Indeks

Proyek Pembangunan Jembatan Sipopak Kecamatan Tanjung Baru, Telah Rampung Dan Dimanfaatkan.

TANAHDATAR,- Proyek pembangunan Jembatan Sipopak di kecamatan Tanjung Baru, yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) tahun anggaran 2024 senilai Rp. 4.448.238.000, dikerjakan oleh CV Fatiya, telah rampung dan sudah dimanfaatkan.

Kegiatan yang berada dibawah pengawasan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar itu telah dilakukan reviu pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumbar.

“Sesuai kontrak pembayaran termyn terakhir 100% dapat dibayarkan setelah terlebih dahulu dilakukan reviu BPKP Sumatera Barat. Turunnya tim BPKP sumbar tersebut melakukan pemeriksaaan secara keseluruhan,
dari hasil reviu pihak BPBD membayarkan sisa kontrak sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku
BPKP turun kelapangan lebih kurang 10 hari kerja dengan kunjungan lapangan dan men cros cek,” ujar Direktur CV Fatiya Deni Murdani kepada media ini, di Batusangkar, Rabu (20/5/2026).

Dikatakan Deni, reviu BPKP tersebut melakukan audit, kewajaran harga dan pembayaran sesuai dengan kondisi real lapangan

“Keluarnya hasil dari reviu BPKP itu, baru sisa dana dari 100 persen bisa dicairkan dan dibayarkan BPBD, melalui aturan dan tahapan administrasi yang berlaku,” jelasnya.

Dikatakan dia, klaim pencairan dana sisa dari 100 persen itu, pihaknya dibayarkan BPBD Tanah Datar sesuai hasil dari reviu BPKP tersebut.

“pajak telah dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dengan sfesifikasi, volume, dan aturan berlaku, dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat Sipopak

“Pekerjaan telah dikerjakan selesai sepenuhnya, sesuai dengan sfesifikasi, volume, dan aturan yang ada dikontrak,” tuturnya. 

Fakta di lapangan proyek perbaikan jembatan pasca bencana ini, telah diresmikan oleh BNPB

“Kami tidak bisa main,- main dalam pelaksanaan pekerjaan ini, karna menyangkut keselamatan masyarakat yang bergantung pada keberadaan infrastruktur tersebut,” pungkasnya. (Nas)

Exit mobile version