TANAHDATAR,-Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggandeng Universitas Andalas (Unand) Padang untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi berbasis akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) hingga menekan prevalensi stunting di bawah 10 persen pada 2030.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi dengan Lektor Universitas Andalas Prof. Dr. Hamdani Eka Putra di Aula Baperlitbang Tanah Datar, Rabu (8/7/2026).
Pertemuan turut dihadiri Staf Ahli TP PKK Tanah Datar Ny. Dwinanda Ahmad Fadly, pimpinan OPD terkait, dosen, serta mahasiswa Unand.
Wakil Bupati Ahmad Fadly mengatakan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, sehingga kolaborasi menjadi kunci untuk menghasilkan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Pemkab Tanah Datar menyambut baik kerja sama ini. Melalui pendampingan akademik, riset berbasis data, serta pengabdian kepada masyarakat yang menyasar 1.000 Hari Pertama Kehidupan dan keluarga berisiko stunting, kami optimistis upaya pencegahan stunting di Luhak Nan Tuo akan semakin efektif,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut akan difokuskan pada pencegahan sejak masa kehamilan, ibu menyusui hingga anak balita. Program ini juga akan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas sebagai mitra pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi, gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
“Saya yakin adik-adik mahasiswa mampu menjadi agen edukasi di tengah masyarakat. Saat ini tingkat kunjungan masyarakat ke posyandu mengalami penurunan, terutama setelah pandemi COVID-19. Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi dan pelayanan kesehatan bagi balita,” katanya.
Ahmad Fadly turut mengapresiasi komitmen jajaran dosen dan mahasiswa Universitas Andalas yang siap mendukung program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tanah Datar.
Sementara itu, Lektor Universitas Andalas Prof. Dr. Hamdani Eka Putra menyebut stunting masih menjadi persoalan serius yang memerlukan penanganan lintas sektor. Karena itu, Unand siap mendukung Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui program pendampingan yang diawali di beberapa nagari sebagai proyek percontohan (pilot project).
“Dengan adanya kerja sama ini, kita berharap penurunan prevalensi stunting di Tanah Datar dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan. Fokus utama kita adalah pencegahan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi hingga balita,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut menargetkan prevalensi stunting di Kabupaten Tanah Datar turun hingga di bawah 10 persen pada 2030, disertai peningkatan berbagai indikator pendukung sebagai upaya mewujudkan generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan berdaya saing. (Nas)
