Indeks

Pemkab Tanah Datar Tetapkan Masa Tanggap Darurat Bencana Hingga 26 Mei

TANAHDATAR, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar menetapkan masa tanggab darurat bencana sampai tanggal 26 Mei 2026, dalam upaya penanggulangan bencana diwilayah tersebut.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menegaskan penetapan masa tanggap darurat dimaksudkan agar penanganan bencana yang terjadi bisa ditangani dengan maksimal.

“Di masa tanggap darurat ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait lainnya secara bersama melakukan penanganan bencana dengan cepat, seperti penyiapan tempat mengungsi, lokasi dapur umum dan logistik, sampai dengan penanganan distribusi bantuan,” ujarnya.

Dikatakan Bupati lagi, posko utama selama masa tanggap darurat bencana ditempatkan pada kantor BPBD Tanah Datar, dan posko lainnya di tingkat kecamatan dikantor camat.

“Untuk di Lintau Buo juga ada posko di timbangan Nagari Taluak, di sana akan ada dapur umum, logistik dan juga tempat menerima bantuan dari dermawan,” ucapnya.

Bupati Eka Putra juga meminta kepada OPD terkait, seperti BPBD, PU dan beberapa dinas lainnya, segera menginventarisir serta melaporkan segera potensi bencana susulan.

“Kepada BPBD dan PU segera tinjau keadaan hulu sungai yang bersumber dari Gunung Sago, karena informasinya di sana juga ada penumpukan sedimen dan lumpur. Sehingga berpotensi hanyut ketika hujan lebat kembali terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu Katua DPRD Anton Yondra bersama Dandim 0307 Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi, mendukung penetapan masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan.

“Melihat dan belajar dari bencana sebelumnya, kami sepakat melaksanakan masa tanggap darurat 14 hari ke depan, karena dengan penetapan itu, semua hal, termasuk dari pendanaan sampai dengan konsentrasi penanganan bencana lebih maksimal,” katanya.

Selepas rapat yang dimoderatori Sekda Abdurrahman Hadi dan dihadiri OPD terkait di lingkungan Pemkab Tanah Datar dilanjutkan dengan meninjau langsung ke lokasi bencana.

Adapun data sementara akibat musibah banjir dan tanah longsor, yakni Kecamatan Lintau Buo ada 78 rumah terdampak, 2 warung hanyut, 1 motor hanyut dengan jumlah pengungsi 12 KK (51 orang, dan ada 91 KK yang terisolir, dan Kecamatan Lintau Buo Utara ada 33 rumah terdampak, pengungsi 4 KK (15 orang).

Selanjutnya, Kecamatan Padang Ganting, ada 6 rumah terdampak, longsor pada badan jalan di Nagari Rajo Dani dan Koto Gadang Hilir, dan meluapnya aliran batang Sungai Pagie, dan Kecamatan Tanjung Emas, ada 54 rumah dan 2 kedai terdampak banjir, serta 10 orang di evakuasi.

Sedangkan di Kecamatan Sungai Tarab, ada badan jalan yang terban karena longsor di Nagari Pasie Laweh, serta di Kecamatan Salimpaung  longsor dan pohon tumbang menutupi badan jalan. (Nas)

Exit mobile version