TANAHDATAR, – Perantau Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Batu Taba (Ikbal) Saiyo Sakato se Jabodetabek, merayakan libur lebaran Idul Adha 1447 H, kekampung halaman.
Pulang kekampung halaman yang dikemas dalam bentuk kegiatan “pulang basamo” sekali tiga tahunan ini memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan bagi warga ranah.
Dewan Pembina Ikbal Saiyo Sakato, Musri Efendi, menyampaikan bahwa tradisi pulang basamo ini merupakan agenda rutin tiga tahunan untuk mempererat silaturahmi antara warga perantauan dengan warga di kampung halaman.
“Alhamdulillah, setelah tiga tahun, tahun ini kami bisa membawa pulang anak nagari semuanya. Lebih kurang ada 600 orang perantau yang pulang menggunakan 10 unit bus, dan sisanya menggunakan mobil pribadi,” ujar Musri usai kegiatan Halal Bihalal, di kompleks MAS/MTSs Batu Taba pada Senin (25/5/2026) siang.
Musri menambahkan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak kemarin malam dengan menyajikan berbagai kesenian tradisional yang melibatkan anak nagari. Setelah halal bihalal, acara dilanjutkan dengan permainan tradisi KIM pada malam hari.
“Besok (Selasa), kami akan menggelar pertemuan di kantor wali nagari untuk menyatukan visi dan misi ke depan antara anak rantau dan ranah. Kemudian pada hari Kamis, akan diadakan jalan santai atau napak tilas menyusuri ujung nagari hingga ke area persawahan,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pulang Basamo 2026, Yeni Mustafa, menjelaskan bahwa agenda tahun ini mengusung tema mempersatukan ranah dan rantau, yang salah satu implementasi nyatanya adalah pelaksanaan kurban bersama di kampung halaman.
“Kemarin juga sudah ada pertemuan antara Bundo Kanduang ranah dan rantau. Salah satu fokus kami adalah kurban bareng di kampung halaman. Jika pada tahun lalu ada sekitar 40 ekor lebih sapi, tahun ini kemungkinan besar jumlahnya akan lebih dari itu,” kata Yeni.
Peningkatan jumlah hewan kurban akibat aksi pulang basamo ini diakui langsung oleh Wali Nagari Batu Taba, Destriyanto. Ia menyebut perantau sebagai salah satu tulang punggung utama dalam pembangunan nagari, baik dari segi infrastruktur maupun sosial-keagamaan.
“Kami sangat menjaga silaturahmi ini. Harapan kami kegiatan seperti ini bisa terus terlaksana. Hubungan ranah dan rantau sangat erat, apa pun kegiatan di nagari pasti ada keterlibatan perantau,” tutur Destriyanto.
Destriyanto mengungkapkan, kehadiran para perantau menjelang Idul Adha 1447 H ini membawa berkah ekonomi yang nyata bagi ketahanan pangan warga lokal melalui lonjakan jumlah hewan kurban.
“Biasanya penyembelihan hewan kurban di nagari kami hanya sekitar 30 sampai 35 ekor. Namun sampai hari ini, jumlahnya sudah mencapai 44 ekor sapi. Ini sebuah berkah rezeki yang luar biasa. Jika biasanya per Kepala Keluarga (KK) hanya mendapatkan 1 hingga 1,5 kg daging, tahun ini insya Allah tiap KK bisa membawa pulang hingga 3 kg daging kurban,” ungkapnya gembira.
Kegiatan halal bihalal akbar ini turut dihadiri oleh Bupati Tanah Datar yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Erizanur. Selain itu, tampak hadir Ketua Baznas Tanah Datar Yasmansyah, Camat Batipuh Selatan Edmon, beserta mantan camat, pihak KUA, dan jajaran Polsek setempat. (Nas)
