JAKARTA, – Bupati Tanah Datar Eka Putra menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menghentikan pembangunan daerah. Pemerintah harus menetapkan prioritas, mengoptimalkan sumber daya, dan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
Hal itu disampaikan Eka Putra dalam podcast Apkasi Talks bersama presenter Manohara di Kantor Sekretariat Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026). Dalam perbincangan tersebut, ia membahas strategi pembangunan daerah, penguatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan di tengah keterbatasan anggaran.
Menurut Eka Putra, setiap anggaran yang digunakan pemerintah merupakan uang rakyat sehingga harus dikelola secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata. Karena itu, belanja yang kurang prioritas, termasuk kegiatan seremonial, perlu ditekan agar anggaran dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Prioritas tersebut mencakup pembangunan jalan, jembatan, irigasi, sekolah, serta penyediaan perumahan layak bagi masyarakat kurang mampu.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan pembangunan melalui kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah daerah, katanya, harus proaktif mengusulkan program berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dengan tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Dalam upaya mitigasi bencana, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mendorong pembangunan sistem peringatan dini dan sabo dam untuk mengendalikan material yang terbawa aliran sungai. Sejumlah sabo dam telah mulai dibangun di beberapa titik, namun penambahan fasilitas tersebut masih diperlukan untuk memperkuat pengurangan risiko bencana.
Di bidang pendidikan, pemerintah daerah turut mendorong pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Tanjung Baru. Kawasan pendidikan itu direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 22 hektare dengan kapasitas kurang lebih 3.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Fasilitas pendukung yang direncanakan meliputi asrama dan sarana olahraga.
Selain pembangunan fisik, Eka Putra menyoroti pentingnya pembentukan karakter generasi muda melalui program Satu Rumah Satu Hafiz. Pemerintah daerah juga mendorong pengelolaan sampah berbasis nagari agar tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Untuk memperkuat ekonomi masyarakat, pemerintah daerah mendorong akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dukungan bagi petani melalui program pertanian, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk unggulan nagari. Petani juga didorong memanfaatkan asuransi pertanian untuk mengurangi risiko kerugian akibat gagal panen.
Eka Putra turut menekankan peran perantau sebagai mitra pembangunan. Potensi dan keberhasilan perantau dinilai dapat mendukung investasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan berbagai potensi daerah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan besarnya APBD, tetapi juga kemampuan pemerintah dalam menentukan prioritas, membangun komunikasi, dan mengoptimalkan dukungan dari berbagai sumber pendanaan.
“Yang terpenting adalah bagaimana pembangunan benar-benar hadir, menjawab kebutuhan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat tidak terlalu mempersoalkan sumber anggarannya, tetapi manfaat nyata yang mereka rasakan,” demikian prinsip pembangunan yang disampaikan Eka Putra dalam podcast tersebut.
Melalui efisiensi anggaran, perencanaan yang matang, pemberdayaan potensi lokal, dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Eka Putra berharap pembangunan Tanah Datar tetap berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (****)


