TANAHDATAR, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Tematik Stunting Kabupaten Tanah Datar Tahun 2027, diaula eksekutif kantor bupati setempat, Selasa (31/3/2026).
Musrenbang yang dibuka Bupati Eka Putra turut dihadiri Wabup Ahmad Fadly, Ketua DPRD Anton Yondra, beserta Wakil Ketua Kamrita, dan anggota DPRD, forkopimda, Sekda Abdurrahman Hadi, staf ahli bupati, asisten, pimpinan OPD, kabag, camat, wali nagari, tim TP4D, dan organisasi profesi, serta tokoh masyarakat Tanah Datar.
Bupati Eka Putra ketika membuka musrenbang, mengatakan RKPD merupakan perencanaan partisipatif yang merupakan kolaborasi perencanaan atas ke bawah dan bawah ke atas.
“Musrenbang dirumuskan secara bersama dengan melibatkan tiga pilar pembangunan daerah yaitu pemerintah daerah yang terdiri dari eksekutif dan legislatif, kemudian masyarakat dan kalangan swasta atau dunia usaha, bersifat dialogis, aspiratif dan partisipatif, ” ujarnya.
Bupati juga mengatakan, stunting harus menjadi perhatian utama, karena bukan hanya persoalan kesehatan, namun juga menyangkut kualitas Sumber Daya Manusia, produktivitas dan masa depan daerah.
“Karena itu penanganan stunting memerlukan pendekatan yang holistik dan terintegrasi melibatkan berbagai sektor mulai dari kesehatan, pendidikan, sanitasi hingga perlindungan sosial. Karena itu kita harus memastikan dalam Musrenbang ini memastikan peran yang jelas dan terukur perangkat daerah dalam upaya penurunan stunting,” ucapnya.
Dalam momentum Musrebang yang dihadiri Gubernur Sumbar diwakili Kadis PTMPTSP Sumbar Luhur Bidianda selaku PIC untuk Tanah Datar, Bupati Eka Putra kembali meminta Pemprov memperbaiki jalan Provinsi di Kabupaten Tanah Datar.
“Seperti disampaikan, setidaknya ada 8 pintu masuk ke Tanah Datar merupakan jalan provinsi dalam keadaan rusak. Kepada pak Budi di kesempatan ini kami sampaikan lagi harapan agar TKD Provinsi bisa dianggarkan untuk jalan-jalan tersebut,” tukasnya.
Sebelumnya Ketua DPRD Anton Yondra menyampaikan, ia bersama seluruh anggota DPRD akan selalu mengacu kepada RPJMD Kabupaten Tanah Datar dan program-program yang dicanangkan pemerintah daerah.
“Kita paham kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini, meskipun itu kami tetap komitmen dan mendukung program pemerintah selagi sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu Gubernur Sumbar diwakili Kadis PTMPTSP Sumbar Luhur Bidianda menyampaikan, pesan Gubernur terkait perencanaan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
“Pesan gubernur adalah perencanaan yang matang, sinergi lintas sektor serta inovasi dan terobosan baru merupakan kunci percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat. Setiap daerah memiliki keunggulan dan potensi masing-masing, jika disinergikan secara terintegrasi akan mendorong perekonomian daerah naik ke level lebih tinggi,” katanya.
Panitia pelaksana yang juga menjabat sebagai Kepala Bappedalitbang Adriyanti Rustam melaporkan bahwa Musrebang diikuti peserta sekitar 250 orang, terdiri dari berbagai unsur.
“Peserta adalah pimpinan dan ketua Komisi DPRD, Forkopimda, DPRD Provinsi Sumbar Dapil Tanah Datar, OPD Provinsi dan Kabupaten Tanah Datar, instansi vertikal, perguruan tinggi, perwakilan nagari, organisasi masyarakat dan yang terkait lainnya,” sampainya.
Disampaikan Adriyanti, Musrebang RKPD yang dilaksanakan setiap tahun merupakan tahapan penting dan strategis dalam penyusunan rencana kerja Pemerintah Daerah.
“Musrenbang tahun ini diintegrasikan secara khusus dengan pencegahan dan percepatanan penurunan stunting yang didasarkan prinsip efesiensi dan efektivitas perencanaan pembangunan, sehingga bisa memastikan isu stunting bukan sekadar urusan sektor kesehatan, namun menjadi arus utama dalam seluruh kebijakan pembangunan daerah, ” pungkasnya. (Nas)
