Ziarah ke Makam Afrizon, Eka Putra: Beliau Gigih, Tak Kenal Lelah

Bupati Tanah Datar Eka Putra didampingi sejumlah kepala OPD, kepala bagian, camat Sungayang, serta perwakilan wali nagari, saat berziarah ke makam almarhum di Nagari Sungayang, Senin (14/9/2026).

TANAHDATAR,— Enam hari setelah kepergian H. Afrizon, S.Ag., M.Pd., sosok yang dikenal gigih mengabdikan diri untuk umat kembali dikenang. Bupati Tanah Datar Eka Putra menilai almarhum bukan sekadar pejabat pemerintah daerah, tetapi juga sahabat dan pejuang syiar agama yang nyaris tak mengenal lelah.

Kenangan itu disampaikan Eka Putra saat berziarah ke makam almarhum di Nagari Sungayang, Senin (14/9/2026). Bupati didampingi sejumlah kepala OPD, kepala bagian, Camat Sungayang, serta perwakilan wali nagari.

Usai ziarah, rombongan kemudian bertakziah dan bersilaturahmi dengan keluarga besar almarhum di rumah duka.

“Kepergian almarhum Ustaz Afrizon bagi kami bukan sekadar kepergian seorang pejabat Pemda, tetapi juga kepergian seorang sahabat yang selama ini mendampingi kami, terutama dalam menyukseskan program-program keagamaan di Kabupaten Tanah Datar yang kita cintai ini,” ujar Eka Putra.

Menurutnya, kepergian Afrizon meninggalkan ruang kosong, terutama dalam berbagai aktivitas keagamaan dan pembinaan umat. Namun, perjuangan tersebut harus tetap dilanjutkan.

“Dengan berpulangnya almarhum ke haribaan Allah SWT, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk terus melangkah dan melanjutkan perjuangan beliau. Memang tidak mudah, karena selama kami mengenal beliau adalah orang yang gigih dan tidak pernah mengenal lelah,” katanya.

Eka mengenang Afrizon sebagai sosok yang selalu hadir di tengah masyarakat. Bahkan, waktu tidak menjadi penghalang bagi almarhum untuk menjalankan pengabdian.

“Siang malam, bahkan subuh, beliau selalu hadir di tengah-tengah umat untuk mensyiarkan agama,” kenangnya.

Karena itu, Eka berharap semangat tersebut tidak berhenti setelah almarhum berpulang. Ia bahkan meminta keluarga, jika berkenan, agar rumah almarhum tetap dapat digunakan sebagai tempat berkegiatan dan melanjutkan syiar agama.

“Kalau keluarga mengizinkan, kami berharap rumah almarhum tetap menjadi tempat untuk melanjutkan perjuangan beliau dalam mensyiarkan agama di Tanah Datar,” harapnya.

Eka juga mengajak seluruh pihak meneruskan cita-cita Afrizon, khususnya dalam mewujudkan Tanah Datar sebagai Kabupaten Tahfiz dan membentengi generasi muda dari pengaruh negatif pergaulan.

“Almarhum adalah orang baik. InsyaAllah surga telah menunggu beliau karena semasa hidupnya banyak perbuatan mulia yang telah dilakukan. Mari kita lanjutkan perjuangan almarhum H. Afrizon untuk menjadikan Tanah Datar sebagai Kabupaten Tahfiz dan menjauhkan generasi muda kita dari pengaruh buruk pergaulan bebas,” tuturnya.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, Eka meminta agar menerima kepergian almarhum dengan ikhlas dan tabah.

“Ini adalah ketentuan Allah yang tidak bisa kita tolak. Untuk itu, ikhlaskan kepergian almarhum dan mari kita doakan semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT serta diampuni segala kesalahan dan dosanya,” ucapnya.

Keluarga: Baru Kami Sadari Besarnya Pengabdian Beliau

Sementara itu, anak sulung almarhum, Fikran, mewakili keluarga besar menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Bupati Eka Putra beserta jajaran Pemkab Tanah Datar, sejak almarhum menjalani perawatan hingga berpulang.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila selama hidupnya almarhum memiliki kesalahan.

“Selaku ahli waris, kami menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Bupati dan seluruh jajaran, handai taulan, serta seluruh teman almarhum apabila selama hidupnya beliau memiliki kesalahan,” ujar Fikran.

Di mata keluarga, Afrizon bukan hanya ayah dan kepala keluarga, tetapi juga sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan umat.

Fikran mengaku, semasa hidup ayahnya, keluarga terkadang merasa kurang mendapat waktu bersama. Ketika keluarga ingin berlibur, misalnya, kepentingan umat kerap lebih dahulu dipilih almarhum.

“Dulu kami sebagai keluarga terkadang merasa kurang puas dengan prinsip beliau. Namun setelah beliau berpulang, kami baru menyadari bahwa begitu banyak orang yang datang untuk takziah, mendoakan, mengantarkan hingga ke tempat peristirahatan terakhir,” ungkapnya.

Dari banyaknya masyarakat yang datang dan mengenang kebaikan almarhum, keluarga akhirnya memahami bahwa pengabdian Afrizon selama ini bukanlah sesuatu yang sia-sia.

“Dari situ kami menyadari bahwa apa yang selama ini dilakukan almarhum ternyata memang benar dan bermanfaat bagi banyak orang,” tutup Fikran. (****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *