Hamilton Tegaskan Tak Minta Ferrari Prioritaskan Dirinya dalam Perebutan Gelar F1 2026

Charles Leclerc dan Lewis Hamilton bentrok di F1 Italia 2026. (Foto. F1)

MONZA – Lewis Hamilton menegaskan dirinya tidak pernah meminta Ferrari memberikan perlakuan khusus dalam persaingan memperebutkan gelar juara dunia Formula 1 (F1) 2026.

Meski masih memiliki peluang untuk mengejar gelar juara dunia, pembalap asal Inggris tersebut menilai Ferrari seharusnya lebih fokus memaksimalkan perolehan poin tim daripada menerapkan strategi yang justru dapat menguntungkan salah satu pembalap.

Hamilton saat ini masih berada dalam persaingan perebutan gelar F1 2026. Juara dunia tujuh kali itu tertinggal 76 poin dari pembalap Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, yang memimpin klasemen. Hamilton juga hanya terpaut 10 poin dari George Russell.

Dengan masih tersisa 10 seri, peluang Hamilton untuk mengejar ketertinggalan masih terbuka. Ia juga memiliki keunggulan 36 poin atas rekan setimnya di Ferrari, Charles Leclerc, setelah Leclerc gagal menyelesaikan balapan pada GP Italia di Monza.

Namun, Hamilton menilai Ferrari sudah terlambat jika baru sekarang mempertimbangkan kebijakan untuk memprioritaskan dirinya dalam perebutan gelar. Lebih dari itu, ia menegaskan bahwa prioritas tersebut bukan sesuatu yang pernah dimintanya kepada tim.

“Itu sebenarnya bukan yang saya minta. Yang paling penting adalah memastikan kami menjalankan semuanya dengan baik untuk mendapatkan hasil terbaik bagi tim. Daripada kami bekerja melawan satu sama lain dan finis di posisi keempat dan kelima,” ujar Hamilton, dikutip dari Crash.

Hamilton justru menilai kerja sama yang baik dengan Leclerc dapat memberikan keuntungan lebih besar bagi Ferrari. Keduanya dinilai dapat saling mendukung untuk memaksimalkan setiap peluang meraih poin pada setiap seri.

Strategi tersebut dinilai penting bukan hanya dalam persaingan pembalap, tetapi juga untuk menjaga peluang Ferrari dalam perebutan gelar konstruktor.

Menurut Hamilton, Ferrari juga masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk meningkatkan performa mobil. Salah satu kelemahan yang paling terlihat adalah kecepatan di lintasan lurus ketika dibandingkan dengan Mercedes.

“Mercedes, jika melihat balapan terakhir, mereka enam persepuluh detik per lap lebih cepat di lintasan lurus. Di sebagian besar trek lainnya, selisihnya tiga atau empat persepuluh. Kami kehilangan waktu hanya di lintasan lurus,” katanya.

Meski demikian, Hamilton mengapresiasi kerja keras Ferrari dalam menghadapi keterbatasan tersebut. Ia menyebut tim terus melakukan pengembangan terhadap mobil maupun mesin untuk memperkecil kesenjangan performa.

“Saya pikir kami telah melakukan pekerjaan yang sangat baik, mengingat kami memiliki defisit tersebut, dan kami terus melakukan peningkatan pada mobil. Kami juga telah melakukan peningkatan pada mesin. Kami tahu peningkatan mesin terakhir tidak akan menjadi solusi ajaib yang langsung menutup kesenjangan tersebut sepenuhnya,” ujar Hamilton.

Hamilton memilih untuk tidak terlalu larut memikirkan kecepatan Mercedes. Menurutnya, Ferrari harus lebih berkonsentrasi pada performa mereka sendiri dan memastikan setiap akhir pekan balapan dijalani secara maksimal.

“Daripada fokus kepada mereka, mereka bukan fokus saya saat ini, saya pikir fokus kami seharusnya hanya bagaimana kami bisa melakukan yang terbaik dan menjalani akhir pekan dengan sebaik mungkin,” tuturnya.

Pembalap berusia 41 tahun itu menyadari Mercedes tidak selalu akan tampil dominan pada setiap seri. Ada kemungkinan mereka tampil sangat kuat pada satu balapan, tetapi kehilangan momentum pada seri berikutnya.

Karena itu, Hamilton menilai konsistensi menjadi kunci bagi Ferrari untuk terus menekan para rivalnya hingga akhir musim.

“Karena akan ada akhir pekan ketika mereka tampil luar biasa, dan ada juga akhir pekan ketika mereka mungkin melakukan kesalahan. Selama kami fokus pada konsistensi dan berusaha mengoptimalkan setiap akhir pekan, mungkin akan ada saat ketika kami bisa memanfaatkan kelemahan mereka,” kata Hamilton.

Dengan 10 seri masih tersisa, Hamilton kini memilih untuk menjaga fokus pada performa Ferrari. Alih-alih meminta perlakuan khusus, ia ingin tim memaksimalkan setiap kesempatan yang tersedia demi memperkecil jarak di klasemen sekaligus menjaga peluang Ferrari dalam persaingan gelar F1 2026.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *