TANAHDATAR,- Kementrian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI menyalurkan bantuan program padat karya penanggulangan bencana bagi tujuh nagari di Kabupaten Tanah Datar. Ketujuh nagari yang menerima bantuan tersebut, yakni Nagari Sawah Tangah, Nagari Bungo Tanjung, Nagari Jaho, Nagari Batipuah Baruah, Nagari Tambangan, Nagari Padang Laweh, dan Nagari Saruaso.
Pelaksanaan kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kemenaker RI dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar di Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Kamis (4/6/2026).
Dari Kemenaker RI PKS tersebut ditandatangani Ketua Tim Bidang Padat Karya Kemenaker RI Muhammad Ikrar Dinata, dan Pemkab Tanah Datar diteken oleh Wakil Bupati Ahmad Fadly.
Ketua Tim Bidang Padat Karya Kemenaker RI Muhammad Ikrar Dinata mengatakan, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera.
“Program ini merupakan wujud kontribusi Kementerian Ketenagakerjaan dalam membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk Provinsi Sumatera Barat terdapat 20 titik bantuan Program Padat Karya yang tersebar di tiga daerah, yakni Kota Padang sebanyak dua titik, Kabupaten Agam 11 titik, dan Kabupaten Tanah Datar tujuh titik.
Menurutnya, proses penyaluran bantuan diawali dengan pengajuan usulan dari pemerintah kabupaten/kota, dilanjutkan dengan verifikasi dokumen, validasi lokasi, hingga penandatanganan kerja sama sebelum pelaksanaan program.
“Khusus Kabupaten Tanah Datar, dari 10 titik yang diusulkan, tujuh titik disetujui. Masing-masing titik memperoleh bantuan sebesar Rp100 juta. Kami berharap program ini dapat membantu masyarakat terdampak bencana sekaligus meningkatkan perekonomian mereka,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenaker RI atas dukungan yang diberikan melalui program padat karya pascabencana.
“Alhamdulillah, dari 10 usulan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, tujuh titik disetujui untuk mendapatkan bantuan program padat karya pascabencana yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan fisik di tujuh nagari,” ujarnya.
Wabup menilai Program Padat Karya merupakan langkah yang sangat positif, terutama di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.
“Program ini menjadi solusi yang sangat membantu masyarakat. Selain mempercepat pembangunan infrastruktur, juga membuka kesempatan kerja dan menambah pendapatan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada pemerintah nagari penerima bantuan agar melaksanakan program tersebut dengan penuh tanggung jawab dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap seluruh wali nagari yang menerima bantuan dapat menjalankan program ini dengan baik dan tepat sasaran. Meskipun nilai bantuannya tidak terlalu besar, namun manfaatnya sangat berarti bagi masyarakat,” tegasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Tanah Datar Nusyirwan melaporkan bahwa bantuan tersebut akan digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana yang terkana dampak dari bencana alam yang terjadi pada bulan November 2025 lalu.
Disebutkan dia, di Nagari Sawah Tangah dan Nagari Bungo Tanjung akan dibangun penyediaan air bersih. Sementara itu, di Nagari Jaho, Nagari Batipuah Baruah, Nagari Tambangan, Nagari Padang Laweh, dan Nagari Saruaso akan dilakukan pengerjaan rabat beton.
“Masing-masing nagari menerima bantuan sebesar Rp100 juta yang akan disalurkan langsung melalui rekening nagari untuk mendukung pelaksanaan program padat karya tersebut,” pungkasnya. (Nas)

