TANAHDATAR,– Palang Merah Hong Kong (Hong Kong Red Croos) memberikan bantuan sekitar 500 School Kit kepada siswa terdampak akibat bencana alam yang melanda Kabupaten Tanah Datar pada bulan November 2025 lalu. Bantuan berupa paket perlengkapan sekolah itu, disalurkan ditiga kecamatan, yakni Kecamatan Batipuh, Batipuh Selatan, dan Kecamatan X Koto.
Bantuan tersebut disalurkan secara simbolis oleh Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumbar Aristo Munandar didampingi Ketua PMI Tanah Datar Lise Eka Putra, kepada siswa terdampak, disalahsatu sekolah dasar, di Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Rabu (4/6/2026).
Bantuan berupa paket perlengkapan sekolah lengkap yang terdiri dari tas sekolah, buku tulis, pena, pensil, alat pewarna, penghapus, kotak makan, tumbler, dan berbagai kebutuhan belajar lainnya.
Ketua PMI Sumatera Barat, Aristo Munandar mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari tugas kemanusiaan PMI dalam mendukung masyarakat terdampak bencana.
“Ketika masyarakat membutuhkan air bersih dan pelayanan kesehatan, PMI hadir. Begitu juga ketika masyarakat membutuhkan bantuan untuk pemulihan pascabencana, PMI terus berupaya menghadirkannya melalui berbagai dukungan dari mitra kemanusiaan,” katanya.
Aristo menjelaskan bahwa bantuan School Kit yang disalurkan di Tanah Datar merupakan bagian dari total 5.000 paket bantuan yang dikirimkan oleh Hong Kong Red Cross. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.500 paket dialokasikan untuk Sumatera Barat.
“Dari 1500 paket itu, didistribusikan ke tiga daerah terdampak bencana di Sumbar, yakni Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan,” ungkapnya.
Dikatakan dia, mekanisme penyaluran bantuan dilakukan secara berjenjang mulai dari PMI Pusat, PMI Provinsi hingga PMI Kabupaten.
“Penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data siswa terdampak yang telah diverifikasi sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tim Hong Kong Red Cross sebelumnya telah melakukan kunjungan langsung ke wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat untuk melihat kondisi masyarakat serta mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan dalam proses pemulihan.
“Kegiatan distribusi School Kit ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi kemanusiaan antara PMI dan mitra internasional dalam membantu pemulihan sektor pendidikan pascabencana. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan motivasi bagi para siswa untuk terus belajar dan menatap masa depan dengan optimisme,” pintanya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Tanah Datar Lise Eka Putra, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PMI terhadap anak-anak yang terdampak bencana di wilayah Tanah Datar.
“Hari ini PMI Provinsi Sumatera Barat dan PMI Kabupaten Tanah Datar hadir mengunjungi sekolah-sekolah yang terdampak bencana untuk menyerahkan bantuan dari PMI Hong Kong. Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah mulai dari tas, tempat makan, tumbler, buku, pensil hingga bolpoin yang seluruhnya memiliki kualitas yang baik,” sebutnya.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan belajar siswa, tetapi juga memberikan dukungan moral agar anak-anak kembali bersemangat menjalani aktivitas pendidikan.
“Semoga anak-anak merasa senang dan bergembira menerima bantuan ini. Yang lebih penting lagi, bantuan ini dapat menambah semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita meskipun pernah mengalami dampak dari bencana,” ucapnya.
Lise menjelaskan, sebanyak 500 paket School Kit yang diterima Kabupaten Tanah Datar didistribusikan kepada siswa terdampak di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto.
“Untuk Kabupaten Tanah Datar, total bantuan yang disalurkan berjumlah 500 paket dan dibagikan kepada siswa di tiga kecamatan terdampak, yaitu Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto,” pungkasnya. (Nas)

