Mendikdasmen Resmikan Puluhan Sekolah Hasil Revitalisasi Pascabencana di Aceh

Mendikdasmen Resmikan Puluhan Sekolah Hasil Revitalisasi Pascabencana di Aceh (clicksuara.com/humas medikdasmen)

ACEH – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan sekolah hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dipusatkan di SD Negeri 12 Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, serta SMA Negeri 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.

Peresmian ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memulihkan layanan pendidikan pascabencana dan memastikan sekolah kembali menjadi ruang belajar yang aman, layak, dan nyaman.

Program revitalisasi tersebut juga merupakan bagian dari upaya nasional percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi satuan pendidikan terdampak bencana, yang ditargetkan dapat diselesaikan secara bertahap hingga tahun 2026.

Di SD Negeri 12 Bintang, Mendikdasmen secara simbolis meresmikan 53 satuan pendidikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 yang tersebar di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Program ini dilaksanakan untuk memulihkan infrastruktur pendidikan pascabanjir bandang dan longsor yang melanda wilayah dataran tinggi Gayo.

“Sekolah harus kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman. Karena itu, revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti di Aceh Tengah, Kamis (29/1/2026).

Dalam kunjungan kerjanya, Mendikdasmen juga meninjau langsung sejumlah sekolah terdampak bencana, termasuk satuan pendidikan yang masih melaksanakan pembelajaran di ruang darurat. Pemerintah menegaskan akan merelokasi sekolah yang berada di zona rawan bencana serta mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan baru.

Terkait kondisi SMP Negeri 22 Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang mengalami kerusakan berat dan berulang kali terdampak longsor, Abdul Mu’ti menyatakan bahwa bangunan sekolah tersebut sudah tidak layak digunakan. Pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merelokasi sekolah ke lokasi baru.

“Insyaallah, sekolah tersebut akan mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru pada tahun 2026,” ujarnya.

Sementara itu, untuk SD Negeri 12 Bintang yang terdampak longsor di bagian belakang bangunan, Kemendikdasmen akan memberikan bantuan tambahan berupa pembangunan ruang kelas baru guna menunjang kegiatan belajar mengajar.

Sehari sebelumnya, Rabu (28/1/2026), Mendikdasmen juga meresmikan 23 satuan pendidikan hasil revitalisasi yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Sekolah-sekolah tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi satuan pendidikan terdampak bencana yang dibangun sesuai standar keselamatan bangunan dan kebutuhan pembelajaran.

Pemerintah berharap program revitalisasi ini dapat memperkuat pemerataan layanan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkualitas, sekaligus memastikan pemulihan pendidikan pascabencana berjalan secara berkelanjutan, khususnya di daerah terdampak.

Berdasarkan data Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025, sebanyak 36 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan 17 sekolah di Kabupaten Bener Meriah telah rampung 100 persen dibangun dan direhabilitasi. Seluruhnya siap dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sejalan dengan penguatan infrastruktur fisik, Mendikdasmen juga mendorong modernisasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi. Sekolah yang telah menerima Papan Interaktif Digital (PID) akan diperkuat dengan dukungan konektivitas internet, termasuk layanan internet berbasis satelit, guna mengatasi kendala geografis di wilayah pegunungan dan daerah terpencil.

Selain itu, Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah akan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan pendukung pendidikan, termasuk pembangunan ruang guru dan rumah dinas guru, demi menjaga keberlanjutan layanan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil.

Dampak revitalisasi tersebut dirasakan langsung oleh satuan pendidikan penerima manfaat. Kepala SLB Negeri Silih Nara Angkup, Takengon, Yusbida, mengungkapkan bahwa sebelum adanya revitalisasi, sekolahnya mengalami kekurangan ruang kelas dan fasilitas pendukung yang memengaruhi proses pembelajaran.

“Saya berharap program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat terus berlanjut agar semakin banyak sekolah di daerah memperoleh lingkungan belajar yang layak,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala SMAN 1 Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Marhamah. Ia menyebut kondisi rumah ibadah sekolah dan laboratorium IPA sebelumnya rusak dan tidak dapat dimanfaatkan.

“Apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Mendikdasmen atas perhatian dan dukungan pemerintah. Manfaat rehabilitasi sekolah ini benar-benar kami rasakan,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *