LONDON — Malam magis tercipta di Emirates Stadium saat Arsenal akhirnya memutus kutukan dua dekade. Satu momen, satu sentuhan, dan satu nama jadi pembeda: Bukayo Saka.
Gol tunggal Saka pada menit 45+2 memastikan kemenangan 1-0 atas Atlético Madrid dalam leg kedua semifinal Liga Champions UEFA 2025–2026, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. Hasil ini mengantarkan The Gunners unggul agregat 2-1 dan memastikan tiket ke final.
Di tengah tensi tinggi dan permainan penuh kehati-hatian, Arsenal tampil lebih berani mengambil inisiatif. Tim asuhan Mikel Arteta mendominasi jalannya laga dengan tekanan konstan, memaksa Atletico bermain lebih reaktif sepanjang pertandingan.
Momentum penentu datang jelang turun minum. Memanfaatkan celah di lini pertahanan tim tamu, Saka dengan tenang menyelesaikan peluang yang menggetarkan stadion. Gol tersebut bukan hanya memecah kebuntuan, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan Arsenal di panggung Eropa.
Memasuki babak kedua, Atletico Madrid meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Namun, disiplin lini belakang Arsenal membuat setiap upaya tim asal Spanyol itu selalu kandas sebelum benar-benar mengancam serius.
Secara statistik, dominasi Arsenal cukup terlihat. Mereka mencatatkan 13 percobaan tembakan, jauh di atas Atletico yang hanya mampu menghasilkan lima peluang. Penguasaan bola sebesar 54 persen dan akurasi operan yang tinggi menjadi fondasi kuat Arsenal dalam mengontrol ritme permainan hingga peluit akhir.
Kemenangan ini terasa lebih dari sekadar hasil pertandingan. Ini adalah jawaban atas penantian panjang sejak terakhir kali Arsenal mencapai final Liga Champions pada 2006.
Kini, Arsenal tinggal selangkah lagi menuju sejarah baru. Di partai puncak yang akan digelar di Puskás Aréna, mereka akan menghadapi pemenang duel antara Bayern München dan Paris Saint-Germain.
Satu hal yang pasti, jika ada satu nama yang akan selalu diingat dari malam ini, itu adalah Bukayo Saka — sang penentu, sang pembuka jalan, dan kini, harapan Arsenal untuk mengangkat trofi paling bergengsi di Eropa. (*)

