TANAHDATAR,- Sebanyak 78 warga Kabupaten Tanah Datar yang rumahnya rusak berat, hancur, atau hanyut akibat bencana akhir 2025 mendapat persetujuan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap pertama dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar di Aula Indo Jolito, Kamis (1/10/2026).
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan hunian sementara, baik dengan menyewa rumah maupun tinggal bersama keluarga, selama proses pemulihan pascabencana.
Sekretaris Daerah Tanah Datar Abdurrahman Hadi, mewakili Bupati Tanah Datar, mengatakan pemerintah daerah terus mengawal kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus memperjuangkan dukungan pemerintah pusat.
“Dari 82 usulan yang disampaikan kepada BNPB, sebanyak 78 orang telah mendapatkan persetujuan bantuan,” kata Abdurrahman.
Menurutnya, penanganan warga terdampak tidak berhenti pada bantuan hunian sementara. Pemkab Tanah Datar juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan Rumah Hunian Tetap (Huntap), baik secara terpadu maupun mandiri.
Melalui BPBD, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan BNPB agar kebutuhan dan hak masyarakat terdampak dapat dipenuhi hingga proses pemulihan dan penyediaan hunian permanen terealisasi.
Kepala Pelaksana BPBD Tanah Datar mengatakan DTH tahap pertama diberikan untuk periode tiga bulan. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak di empat kecamatan yang belum mendapatkan fasilitas Rumah Hunian Sementara (Huntara).
Penyaluran dilakukan secara bertahap. Sebagian besar rekening penerima telah siap untuk menerima bantuan, sementara sejumlah penerima lainnya masih menjalani proses verifikasi data dan administrasi perbankan.
“Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk periode tiga bulan dan akan kembali diusulkan sesuai kebutuhan. Kami juga terus berkoordinasi dengan BNPB agar hak masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.
Pemkab Tanah Datar melalui BPBD juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama memasuki periode dengan curah hujan yang meningkat.
Salah seorang penerima, Nofrizal, warga Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, mengatakan DTH sangat membantu meringankan beban warga selama masa pemulihan.
“Bantuan ini sangat membantu meringankan beban kami selama masa pemulihan. Kami berharap pendampingan ini terus berlanjut hingga kami mendapatkan hunian yang layak dan permanen,” ujarnya. (****)
