TANAHDATAR,- Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memperkuat kapasitas Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di daerah itu.
Penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui kegiatan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar di Aula Kantor Bupati, Selasa (28/7).
Sekretaris Daerah Tanah Datar, Abdurrahman Hadi, mewakili Bupati Tanah Datar, mengatakan pengalaman menghadapi berbagai bencana besar dalam tiga tahun terakhir menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan tidak boleh diabaikan.
“Selama tiga tahun terakhir, yakni 2024, 2025 hingga 2026, Kabupaten Tanah Datar telah menghadapi berbagai bencana alam cukup besar. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa kesiapsiagaan harus terus diperkuat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Tim Reaksi Cepat merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus membangun sinergi lintas OPD agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Sekda juga mendorong setiap OPD membentuk Tim Reaksi Cepat di lingkungan masing-masing sesuai tugas dan fungsi. Dengan demikian, setiap perangkat daerah memiliki kesiapan melakukan koordinasi awal, kaji cepat, evakuasi, hingga kajian teknis saat status tanggap darurat diberlakukan.
“Selain bencana alam, kita juga perlu mengantisipasi bencana non-alam seperti kebakaran, ledakan tabung gas, dan lainnya. Semua potensi bencana harus diantisipasi dengan baik agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tanah Datar, Ermon Revlin, mengatakan kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis Tanah Datar menjadikan daerah tersebut rawan terhadap berbagai ancaman bencana, mulai dari tanah longsor, banjir bandang, erupsi Gunung Marapi hingga gempa bumi.
Karena itu, kata Ermon, Pemkab membentuk Tim Reaksi Cepat lintas OPD sebagai garda terdepan dalam melakukan kaji cepat, asesmen, evakuasi, dan koordinasi awal saat terjadi bencana.
Ia menjelaskan, kegiatan pengembangan kapasitas bertujuan meningkatkan kompetensi teknis anggota TRC, mulai dari kemampuan melakukan asesmen dampak bencana secara akurat, teknik dasar penyelamatan, hingga memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan kedaruratan.
Selain peningkatan kemampuan personel, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menyusun standar operasional prosedur (SOP) bersama sehingga penanganan bencana dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan terpadu di seluruh perangkat daerah. (Nas)

