Revitalisasi Pasar Atas Serikat C Rp61 Miliar, Zigo Rolanda Minta Pemkab Segera Kosongkan Lokasi

Anggota DPR RI Komisi V Fraksi Partai Golkar, Zigo Rolanda, saat meninjau Pasar Atas Serikat C Batusangkar, Jumat (23/10/2026).

TANAHDATAR,— Revitalisasi Pasar Atas Serikat C Batusangkar senilai sekitar Rp61 miliar segera memasuki tahap pelaksanaan. Namun, pengosongan lokasi menjadi salah satu persyaratan penting yang harus dituntaskan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar agar proses tender dan pembangunan dapat segera dimulai.

Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi Partai Golkar, Zigo Rolanda, menyampaikan hal itu saat meninjau Pasar Atas Serikat C Batusangkar, Jumat (23/10/2026). Turut mendampingi kunjungan tersebut, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Zuldafri Darma, Sekretaris Daerah Tanah Datar Abdurrahman Hadi, Asisten Pembangunan Setda Tanah Datar Ten Feri, Kepala Dinas PUPR Mustika Suarman, Kepala Dinas KUMKP Khairunnas, serta anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Tanah Datar.

Menurut Zigo, anggaran pembangunan pasar tersebut telah tersedia dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Karena itu, pemerintah daerah diminta segera menyelesaikan persoalan pengosongan lokasi agar pelaksanaan proyek tidak tertunda.

“Kalau barang ini tidak dikosongkan, enggak bisa dikerjakan,” tegas Ketua DPP AMPI tersebut.

Ia mengingatkan, apabila proyek tidak berhasil dikontrakkan hingga bulan Mei tahun depan, anggaran tersebut berpotensi dialihkan untuk pembangunan pasar di daerah lain yang juga membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

Zigo menyebut, sejumlah daerah, termasuk Kota Payakumbuh, juga membutuhkan perhatian pemerintah pusat dalam pembangunan fasilitas perdagangan. Oleh sebab itu, kesiapan anggaran harus diikuti dengan langkah konkret pemerintah daerah.

“Besok pagi kosong, kita dorong besok pagi langsung tender,” ujarnya.

Ia menegaskan, apabila lokasi telah siap, pihaknya akan mendorong kementerian terkait agar proses tender dapat segera dilaksanakan.

Zigo mengatakan, pembangunan Pasar Atas Serikat C telah lama dinantikan masyarakat. Ia menyebut rencana pembangunan pasar tersebut telah dibicarakan sejak era Presiden Joko Widodo.

“Sudah tinggal eksekusi. Ya tinggal nunggu Pemdanya serius apa enggak,” katanya.

Selain pengosongan lokasi, Zigo juga menyoroti pentingnya komunikasi pemerintah daerah dengan para pedagang yang terdampak pembangunan.

Menurutnya, pedagang perlu mendapatkan penjelasan secara langsung mengenai rencana revitalisasi, tahapan pengosongan, serta penataan kios setelah pasar dibangun kembali.

Ia mengaku memperoleh informasi bahwa komunikasi dengan pedagang selama ini disebut masih terbatas pada surat-menyurat. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah bersama DPRD dan instansi terkait segera mengumpulkan para pedagang untuk memberikan penjelasan secara terbuka.

Zigo mendorong pertemuan tersebut dilaksanakan dalam satu hingga dua hari setelah kunjungannya, atau paling lambat Senin.

Ia menjelaskan, pasar yang baru direncanakan memiliki sekitar 112 kios, meningkat dibandingkan jumlah kios saat ini yang diperkirakan sekitar 80 unit.

Namun, menurutnya, pembahasan mengenai pembagian blok dan penempatan pedagang perlu dilakukan secara terarah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Zigo juga menyampaikan bahwa pembangunan diperkirakan berlangsung dalam dua tahun anggaran, dengan masa kontrak pekerjaan sekitar 12 bulan. Karena itu, para pedagang perlu memahami tahapan pembangunan dan mekanisme penataan selama pekerjaan berlangsung.

Dengan anggaran sekitar Rp61 miliar yang disebut telah tersedia, pengosongan lokasi kini menjadi perhatian dalam persiapan revitalisasi Pasar Atas Serikat C Batusangkar.

Kepastian jadwal tender, kesiapan akhir lokasi, serta mekanisme penanganan pedagang masih perlu dipastikan oleh instansi terkait agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

Revitalisasi pasar ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas perdagangan, memperbaiki penataan kios, dan menyediakan fasilitas pasar yang lebih layak bagi pedagang maupun masyarakat Tanah Datar. (****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *