Indeks

Pemkab Tanah Datar Luncurkan Posyandu 6 SPM dan Resmikan Sekolah Lansia di Paninjauan

TANAHDATAR,– Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat serta memperkuat peran posyandu sebagai pusat layanan terpadu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar meluncurkan Posyandu dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan sekaligus meresmikan Sekolah Lansia di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto yang dipusatkan di Gedung Serbaguna nagari setempat, Rabu (22/4/2026).

Bupati Tanah Datar Eka Putra dalam sambutannya berharap program Posyandu 6 SPM dan Sekolah Lansia dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Dia berharap melalui penluncuran itu, bisa menjadi tonggak awal dalam memperkuat pelayanan dasar yang lebih terintegrasi dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Tanah Datar.

“Program ini hendaknya dapat dijalankan bersama-sama dengan baik, serta dibutuhkan kerja sama dan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Pembina Posyandu Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, menekankan bahwa posyandu kini menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mencerminkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Melalui 6 SPM, kita ingin memastikan pelayanan dasar benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari. Jadi, masyarakat yang datang ke posyandu tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga solusi atas berbagai persoalan sosial lainnya,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan sinergi dan komitmen bersama seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Seperti Dinas Kesehatan, melalui puskesmas dalam menyediakan vaksin, alat ukur antrometri, serta suplemen vitamin A dan tablet penambah darah, layanan, bersalin, ibu hamil, bayi yang baru lahir, balita, usia pendidikan dasar, dan usia produktif dan lansia. 

Begitu juga, Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup, bisa memastikan hunian yang layak terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat terdampak bencana.

Sama halnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perhubungan dan Dinas Kominfo, bisa memastikan pendidikan dasar yang berkualitas dan tranformasi digital, penguatan literasi dan tata kelola dokumentasi hingga sinergi edukasi masyarakat.

Termasuk Dinas Sosial, yaitu menangani aspek perlindungan anak, memberdayakan perempuan serta integrasi data keluarga kurang mampu agar menjadi prioritas dalam kesehatan dasar. 

“Sedangkan BPBD dan Trantibum linmas pada satuan polisi pamong praja, yaitu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat dari gangguan serta ancaman bencana,” ungkapnya.

Sedangkan Dinas Pekerjaan Umum, yaitu mencakup berbagai hal seperti perbaikan infrastruktur dasar bagi masyrakat untuk kehidupan sehari-hari.

“Dengan mengintegrasikan enam bidang SPM ini, Posyandu diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih komprehensif dan berdampak positif bagi masyarakat. Tentunya kepada Wali Nagari dan Camat juga diharapkan dapat meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam program ini,” jelasnya.

Kepala Dinas PMDPPKB Tanah Datar, Herison, menyampaikan bahwa transformasi posyandu menjadi Posyandu 6 SPM merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Jika selama ini posyandu identik dengan pelayanan kesehatan melalui sistem 5 meja yang berfokus pada ibu hamil, bayi, dan balita, kini cakupan pelayanan diperluas menjadi enam bidang pelayanan dasar,” ulasnya.

Dikatakan dia, keenam bidang pelayanan itu, bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan sosial. 

“Ini merupakan pelayanan dasar wajib yang harus benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Selain itu, terkait dengan sekolah lansia, Herison juga menjelaskan program Lansia Berdaya (Sidaya) adalah sebagai upaya meningkatkan peran dan kualitas hidup lansia.

“Program ini diwujudkan melalui Sekolah Lansia yang memberikan pelatihan dan pendidikan agar para lansia tetap sehat, mandiri, dan produktif,” ucapnya.

Melalui sekolah lansia, katanya para peserta diharapkan mampu menerapkan tujuh dimensi lansia tangguh, antara lain dimensi spiritual yaitu tekun beribadah masa tua penuh berkah, dimensi sosial yaitu aktif bersosial masa tua penuh semangat, dimensi emosional yaitu berbagi waktu dengan keluarga masa tua bahagia.

“Selanjutnya dimensi fisik, yaitu pola hidup sehat lansia hebat, dimensi intelektual  yaitu aktifkan pikiran agar pikun tak mudah datang, dimensi profesional vokasional yaitu hidup penuh arti lansia tetap mandiri, dan terakhir dimensi lingkungan yaitu lingkungan ramah lansia aman dan nyaman,” terangnya.

Wali Nagari Paninjauan, Afrizal, menyambut baik peluncuran Posyandu 6 SPM dan Sekolah Lansia di nagari tersebut. Ia menegaskan bahwa keberadaan program ini menjadi tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Posyandu tidak lagi hanya melayani ibu hamil dan balita, tetapi seluruh masyarakat. Begitu juga dengan sekolah lansia, kita ingin para lansia tetap aktif, produktif, dan tidak terisolasi di rumah,” pungkasnya. (Nas).

Exit mobile version