Indeks

Operasi Modifikasi Cuaca Dikebut Cegah Karhutla Meluas di Kalimantan

Petugas melakukan upaya pemadaman lahan seluas 55 hektare yang terbakar di wilayah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Minggu (30/8/2026). (Dok. BPBD Bulungan/Infopublik).

BANJARBARU – Selain berjibaku memadamkan api dari darat dan udara, Badan Nasional Penunggalangan Bencana (BNPB) mempercepat operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membasahi wilayah yang berpotensi terbakar dan mencegah karhutla meluas di Kalimantan.

Tak tanggung-tanggung, tiga pesawat dikerahkan dalam operasi tersebut, terdiri dari satu pesawat Cassa NC-212 TNI AU dan dua Cessna Grand Caravan.

Pesawat-pesawat tersebut melakukan penyemaian bahan NaCl pada awan yang berpotensi tumbuh di sejumlah wilayah di Kalimantan, di antaranya Sanggau, Sekadau, Sintang, Kubu Raya, Melawi, Ketapang, dan Kayong Utara.

Upaya rekayasa cuaca itu telah memicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di sejumlah wilayah terdampak.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan operasi modifikasi cuaca terus dipacu dengan pemantauan bersama BMKG. Menurutnya, setiap peluang terbentuknya awan potensial harus segera dimanfaatkan untuk menghasilkan hujan.

“Kami sudah punya posko OMC dan setiap hari berkoordinasi dengan BMKG. Sejalan dengan arahan bapak Presiden dan Wakil Presiden, sekecil apa pun ada peluang pertumbuhan awan maka laksanakan OMC,” ungkap Suharyanto.

Menurutnya, OMC tidak hanya difokuskan pada wilayah yang saat ini mengalami karhutla. Rekayasa cuaca juga dapat dilakukan di wilayah sekitar yang belum terbakar untuk membasahi lahan sehingga potensi penyebaran api dapat ditekan.

“Termasuk di daerah di sekitar Kalimantan dan Sumatra tidak ada karhutlanya untuk membasahi lahan agar api tidak meluas,” lanjutnya.

Di sisi lain, BNPB memastikan penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Perlengkapan pelindung diri serta sarana dan prasarana bagi personel di lapangan juga terus diperkuat.

Sinergi bersama kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat terus dilakukan untuk mempercepat penanganan karhutla.

Upaya tersebut diarahkan tidak hanya untuk memadamkan titik api yang sudah muncul, tetapi juga mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampak asap terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan dan anak-anak sebagaimana arahan Wakil Presiden saat kunjungan ke Kalimantan. (*)

Exit mobile version