TEGAL,- Bupati Tanah Datar Eka Putra menegaskan perantau memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Sinergi antara ranah dan rantau, menurutnya, menjadi kekuatan penting untuk mendorong kemajuan Tanah Datar di berbagai sektor.
Hal itu disampaikan Eka Putra saat menghadiri Milad ke-1 Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kabupaten Tegal di Gedung Yaumi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (26/7).
Didampingi Asisten Administrasi Umum Setda Tanah Datar Sri Mulyani, kehadiran Bupati disambut pengurus dan perantau IKTD. Turut hadir Asisten Administrasi Umum Pemkab Tegal Muhammad Budi Eko mewakili Bupati Tegal, Ketua DPP IKTD Jabodetabek Dr. Yuherman, pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jawa Tengah, serta para perantau Tanah Datar.
“Kekompakan seperti inilah yang harus terus kita jaga. Perantau memiliki peran besar dalam pembangunan daerah karena menjadi penghubung antara ranah dan rantau,” kata Eka Putra.
Di hadapan para perantau, ia juga memaparkan perkembangan pembangunan di Tanah Datar pascabencana galodo.
Menurutnya, pemerintah terus mempercepat perbaikan jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan kabupaten maupun provinsi agar kembali dimanfaatkan masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur, Eka Putra menjelaskan berbagai program unggulan daerah yang tetap berjalan, seperti Satu Rumah Satu Hafizh/Hafizhah, membajak sawah gratis, menanam padi gratis, hingga pemberian asuransi pertanian bagi petani yang mengalami gagal panen.
“Saat ini sudah tercatat sekitar 25 ribu anak penghafal Al-Qur’an di Tanah Datar,” ujarnya.
Eka Putra juga mengajak seluruh perantau untuk terus memberikan kontribusi bagi kampung halaman sekaligus menjaga nama baik daerah di tanah rantau.
“Kita mempunyai tanggung jawab moral untuk terus menjaga hubungan antara ranah dan rantau. Di mana pun berada, mari terus memberikan manfaat dan membantu sanak saudara yang ada di Tanah Datar,” pesannya.
Sementara itu, Ketua IKTD Kabupaten Tegal Hasdiwarman menyebut Milad pertama menjadi momentum memperkuat persatuan perantau Tanah Datar di Kabupaten Tegal.
“Ini adalah bentuk perjuangan kita bersama untuk menunjukkan konsistensi di rantau, sesuai pepatah Minangkabau, Dima bumi dipijak, di situ langik dijunjuang,” katanya.
Ketua Panitia Dendi Malin Mudo menambahkan, Milad ke-1 IKTD diisi dengan ceramah agama dan doa bersama.
Ia menyebut organisasi yang terbentuk setahun lalu itu terus berkembang sebagai wadah silaturahmi sekaligus pengabdian bagi perantau asal Tanah Datar di Kabupaten Tegal. (Nas)

