TANAHDATAR,— Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan anggaran Rp2,75 miliar untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan melalui program prioritas yang bersumber dari pengembalian Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, Mulkhairi, S.Pd, M,Pd, dalam jumpa pers bersama awak media yang dipandu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tanah Datar, Dedi Tri Widono, S.STP, di aula dinas setempat, Jumat (23/10/2026).
Berdasarkan laporan progres pelaksanaan minggu keempat Oktober 2026, total alokasi anggaran program tersebut mencapai Rp2.757.520.942, dengan realisasi keuangan sebesar Rp1.751.318.881.
Program prioritas tersebut meliputi rehabilitasi gedung sekolah, perbaikan ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, pengadaan mebel, pembangunan toilet, serta pembangunan dam dan pagar sekolah. “Kegiatan ini menyasar sejumlah satuan pendidikan pada jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan pendidikan anak usia dini (PAUD),” ujarnya.
Pada jenjang SMP, anggaran dialokasikan untuk sejumlah kegiatan rehabilitasi sarana dan prasarana, termasuk rehabilitasi gedung eks UPT SMPN 5 Batusangkar dengan anggaran Rp200 juta dan rehabilitasi pagar UPT SMPN 1 Batipuh Selatan sebesar Rp61,92 juta.
“Kedua pekerjaan tersebut telah mencapai progres fisik 100 persen,” jelasnya. Sementara itu, rehabilitasi gedung eks SMP 5 Batusangkar yang sebelumnya digunakan Dinas Pertanian, dengan alokasi Rp150 juta, masih dalam tahap perencanaan.
Untuk jenjang SD, sejumlah kegiatan rehabilitasi dilaksanakan pada ruang UKS, perpustakaan, dan ruang kelas. Di antaranya rehabilitasi ruang UKS dan perpustakaan UPT SDN 17 Lubuk Jantan, rehabilitasi ruang kelas UPT SDN 09 Batipuh Baruah, UPT SDN 04 Tepi Selo, serta UPT SDN 13 Tanjung Barulak, Kecamatan Batipuh.
Selain rehabilitasi, program tersebut mencakup pembangunan ruang kelas baru di UPT SDN 05 Bungo Tanjuang dengan anggaran Rp264,6 juta. “Pekerjaan ini dilaporkan telah mencapai progres fisik 100 persen, dengan realisasi keuangan Rp253,23 juta,” ungkapnya.
Pengadaan mebel sekolah juga menjadi bagian dari program prioritas dengan alokasi anggaran Rp312,95 juta. Sementara itu, pembangunan toilet UPT SDN 05 Bungo Tanjuang mendapat anggaran Rp117,6 juta.
Pada sektor infrastruktur lingkungan sekolah, pembangunan dam dan pagar UPT SDN 01 Koto Laweh dialokasikan sebesar Rp244,19 juta, sedangkan pembangunan dam dan pagar UPT SDN 14 Limo Kaum mendapat anggaran Rp146,92 juta. “Kedua pekerjaan tersebut juga dilaporkan telah mencapai progres fisik 100 persen,” katanya.
Dalam jumpa pers tersebut, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Sarana dan Prasarana Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, Zainal Arif, turut menjadi bagian dari informasi terkait pelaksanaan program pada jenjang SMP.
Di samping kegiatan yang telah rampung secara fisik, sejumlah program tambahan TKD setelah perubahan masih berada dalam tahap perencanaan. Kegiatan tersebut meliputi pembangunan toilet dan dam di SDN 03 Guguk Malalo, pembangunan toilet di SDN 17 Sungai Tarab, serta rehabilitasi ruang kelas TK Pembina Negeri Batipuh di Nagari Batipuh Ateh.
Berdasarkan laporan minggu keempat Oktober 2026, penyelesaian pekerjaan, administrasi, dan proses pencairan menjadi bagian dari tahapan pelaksanaan program yang bersumber dari pengembalian TKD tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui program ini melaksanakan pembenahan berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari ruang belajar dan fasilitas pendukung pembelajaran hingga sanitasi dan infrastruktur lingkungan sekolah,” pungkasnya. (****)


