TANAHDATAR,- Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggelar rapat koordinasi evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan II Tahun 2026, Selasa (14/7), sebagai langkah mempercepat pencapaian target PAD sebesar Rp77 miliar.
Meski realisasi hingga semester pertama menunjukkan tren positif, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta mengoptimalkan potensi pendapatan yang masih bisa digarap.
Rakor yang berlangsung di Aula Eksekutif Kantor Bupati itu dipimpin Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly dan diikuti OPD pengelola pajak serta retribusi daerah.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Tanah Datar, Jasrinaldi, mengatakan realisasi PAD pada triwulan pertama baru mencapai sekitar 35 persen dari target. Capaian tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, seperti bencana banjir, relokasi, serta masih berlangsungnya beberapa proyek pembangunan.
“Pada bulan pertama realisasi baru sekitar 15 persen karena adanya relokasi dan sejumlah kendala teknis. Namun pada bulan berikutnya kami optimistis terjadi peningkatan sehingga target dapat dikejar,” ujarnya.
Di sisi lain, pendapatan yang bersumber dari dividen menunjukkan kinerja menggembirakan. Dari target sekitar Rp31 miliar, realisasinya telah mencapai sekitar Rp23 miliar atau hampir 79 persen, meski masih menunggu proses pencatatan dan masuknya dana ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Secara keseluruhan, hingga akhir semester pertama realisasi PAD telah mencapai sekitar Rp43 miliar atau 50,8 persen dari target tahunan. Angka tersebut dinilai lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jasrinaldi menambahkan, pemerintah daerah akan terus mengoptimalkan penerimaan PAD melalui peningkatan kinerja perangkat daerah, penguatan investasi, serta menggali sumber-sumber pendapatan baru yang potensial.
Sementara itu, Wakil Bupati Ahmad Fadly menegaskan bahwa PAD merupakan pilar utama dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah.
“Semakin tinggi kemampuan daerah menghimpun PAD, maka semakin besar ruang fiskal yang dimiliki untuk membiayai pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, memperbaiki infrastruktur, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, pencapaian target PAD bukan hanya menjadi tanggung jawab Bappenda, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh OPD sesuai kewenangan dan potensi yang dimiliki.
Menurut Ahmad Fadly, hasil evaluasi menunjukkan capaian PAD bergerak ke arah yang positif. Namun, seluruh perangkat daerah diminta tidak cepat berpuas diri karena masih banyak potensi pendapatan yang perlu dioptimalkan melalui peningkatan pelayanan, inovasi, sinergi antar-OPD, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pajak dan retribusi.
“Saya mengajak seluruh perangkat daerah terus berinovasi, bekerja lebih efektif, dan memperkuat sinergi agar target PAD Tahun 2026 dapat tercapai, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh wajib pajak yang telah berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui pembayaran pajak dan retribusi.
“Pajak dan retribusi yang dibayarkan hari ini adalah investasi untuk mewujudkan Tanah Datar yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutupnya. (Nas)

