PADANG PANJANG — Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT), memfokuskan pembangunan pada program-program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Hal itu tercermin dari 15 usulan prioritas yang dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Ekor Lubuk, Senin, (2/2/2026).
Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran, musrenbang tetap berlangsung dinamis dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Usulan yang disampaikan mencakup sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga keagamaan dan kebudayaan.
Pada sektor infrastruktur dan lingkungan, warga mengusulkan rehabilitasi 15 unit rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan dan pemeliharaan saluran irigasi serta drainase, normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi bencana, penambahan dan perbaikan lampu penerangan jalan, lanjutan perbaikan kantor lurah, hingga pengadaan plang identitas kelurahan.
Di bidang pendidikan, Kelurahan Ekor Lubuk mengajukan lanjutan rehabilitasi SD Negeri 09 PPT, termasuk pembangunan pagar dan gerbang sekolah guna meningkatkan keamanan dan kelayakan sarana prasarana pendidikan.
Sementara itu, pada sektor kesehatan dan sosial, diusulkan kegiatan penyuluhan dan pendampingan masyarakat, pemberian makanan tambahan untuk pencegahan stunting, peningkatan kompetensi kader dan pengurus posyandu, serta pemenuhan kebutuhan keberlanjutan Sekolah Lansia.
Penguatan nilai keagamaan dan budaya juga menjadi perhatian. Kelurahan mengusulkan pelaksanaan pertunjukan seni budaya tingkat kelurahan, pelatihan imam dan muazin, serta peningkatan kapasitas qori dan qoriah sebagai persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan dan kota.
Wali Kota Padang Panjang yang diwakili Kepala Bappeda, Putra Dewangga, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa dinamika pembangunan saat ini dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran. Ia menyebutkan, APBD Padang Panjang yang berkisar Rp500 miliar mengalami koreksi sekitar 20 persen.
“Kondisi ini menuntut pemerintah lebih selektif dalam menentukan program dan kegiatan, namun tanpa menghilangkan upaya untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterwakilan seluruh elemen masyarakat dalam musrenbang. “Musrenbang jangan sampai meninggalkan kelompok masyarakat tertentu. Ekor Lubuk yang didominasi kelompok tani tentu aspirasi mereka harus terakomodasi,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Padang Panjang Timur, Wira Jaya Septikha, menilai musrenbang sebagai forum strategis untuk menyalurkan aspirasi masyarakat secara terbuka dan transparan.
“Tidak semua usulan dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, penetapan skala prioritas menjadi sangat penting. Namun seluruh masukan masyarakat tetap bernilai dan menjadi bahan perencanaan ke depan,” katanya.
Ia berharap hasil musrenbang kelurahan selaras dengan visi dan misi Wali Kota Padang Panjang, yakni mewujudkan Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah yang Maju, Sejahtera, dan Bermarwah.
Senada dengan itu, Lurah Ekor Lubuk, Akbar Syah, menyampaikan bahwa dari berbagai aspirasi yang berkembang, dirangkum 15 usulan prioritas yang dinilai paling mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Walaupun kegiatan fisik tidak terlalu banyak, kami fokus pada program yang benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Usulan yang sebelumnya belum terakomodasi kini kami jadikan prioritas,” jelasnya. (*)

