Dua Siswa SMAN 3 Batusangkar Tembus Final Nasional KREASI 2026, Angkat Makna Baju Adat Padang Magek

TANAH DATAR – Kekayaan budaya Minangkabau kembali mengantarkan siswa Tanah Datar ke panggung nasional. Dua siswa SMA Negeri 3 Batusangkar, Riyadh Fitra Darma dan Fatimah Ernestina Azka, berhasil lolos ke babak final nasional Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026.

Keduanya melaju ke tingkat nasional melalui penelitian berjudul “Makna Simbolik Baju Miliak sebagai Busana Adat Perempuan Nagari Padang Magek: Kajian Semiotika dalam Mempertahankan Identitas Budaya di Era Modernisasi.”

Riset tersebut mengangkat salah satu kekayaan budaya Minangkabau yang terdapat di Nagari Padang Magek, Kabupaten Tanah Datar, yakni Baju Miliak. Tidak sekadar melihat busana sebagai pakaian adat, penelitian itu mengkaji makna simbolik dan filosofis yang terkandung di dalamnya.

Melalui pendekatan semiotika, Riyadh dan Fatimah berupaya menggali pesan serta nilai budaya yang melekat pada Baju Miliak sekaligus melihat relevansinya dalam upaya mempertahankan identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Kepala SMAN 3 Batusangkar, Muharnis, S.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian kedua siswanya tersebut. Menurutnya, prestasi itu menunjukkan bahwa siswa SMAN 3 Batusangkar tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya dan kemampuan melakukan riset.

“Selamat dan sukses untuk ananda Riyadh dan Fatimah. Ini bukti bahwa siswa SMAN 3 tidak hanya berprestasi akademik, tapi juga berkarakter, berbudaya, dan berinovasi,” ujarnya.

Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan penelitian dan inovasi, sekaligus mengangkat potensi budaya lokal ke tingkat yang lebih luas.

“Sesuai tagline kita, riset hari ini, inovasi untuk masa depan Indonesia. Semoga ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan mengangkat kekayaan budaya Minangkabau ke tingkat nasional,” katanya.

Lolosnya Riyadh dan Fatimah ke final nasional KREASI 2026 sekaligus memperkuat komitmen SMAN 3 Batusangkar dalam membangun budaya riset dan inovasi di lingkungan sekolah.

“Penelitian tentang Baju Miliak Padang Magek tersebut juga menjadi bukti bahwa warisan budaya lokal dapat menjadi objek penelitian siswa sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau pada tingkat nasional,” pungkasnya. (****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *