Dari Penerima Bansos Jadi Petani Ekspor, 220 KPM di Sumenep Didorong Kembangkan Cabe Jamu Organik

220 KPM di Sumenep Didorong Kembangkan Cabe Jamu Organik (ist)

SUMENEP – Menerima bantuan sosial tidak harus menjadi tujuan akhir. Di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kementerian Sosial (Kemensos) mulai mendorong ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) naik kelas dari penerima bansos menjadi petani mandiri yang mampu menembus pasar internasional.

Sebanyak 220 KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako di enam kecamatan di Kabupaten Sumenep dilibatkan dalam program Kolaborasi Pemberdayaan Budidaya Cabe Jamu Organik yang dikembangkan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos.

Program tersebut menargetkan perubahan ekonomi KPM melalui budidaya cabe jamu organik yang memiliki peluang pasar ekspor ke sejumlah negara, termasuk Eropa, Amerika, dan Australia.

Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin, Ishaq Zubaedi Raqib, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari perubahan paradigma Kemensos, dari sekadar memberikan bantuan sosial menuju pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

“Bantuan sosial dirancang sebagai jaring pengaman sementara, namun pemberdayaan ekonomi harus berdaya selamanya,” ujar Ishaq saat sosialisasi Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat Kemensos bersama PT Mega Inovasi Organik di Pendopo Kantor Camat Bluto, Sumenep, Jumat (7/8/2026).

Menurut Ishaq, sebagian besar masyarakat desa menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Di sisi lain, sebagian petani juga masih menjadi penerima bantuan sosial.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pemerintah untuk mengubah posisi KPM dari penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi produktif.

“Kami melakukan filterisasi data untuk memastikan KPM PKH dan Sembako yang bergabung berada pada usia produktif, sehingga optimal dalam menjalankan budidaya cabe jamu organik,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *