Indeks
News  

BUMNag Tali Tigo Sapilin Bangkit, Irwan Toni Jadi Ketua

TANAHDATAR, – Setelah vakum sekitar sembilan bulan, Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Tali Tigo Sapilin Nagari Minangkabau kembali memiliki kepengurusan baru untuk periode 2026-2031. Irwan Toni terpilih secara aklamasi sebagai ketua.

Kepengurusan baru tersebut diharapkan segera menghidupkan kembali aktivitas usaha BUMNag sekaligus menyelamatkan dan mengoptimalkan aset yang selama masa kevakuman tidak dikelola secara maksimal. 

Pemilihan pengurus tersebut digelar melalui musyawarah nagari dan dipimpin Ketua BPRN Minangkabau, Meri Indra, disaksikan Wali Nagari Minangkabau Akbar Dt Majo Indo Nan Hitam, serta dihadiri Camat melalui Kasi PMD Reni, pendamping desa, pendamping lokal desa, Bhabinkamtibmas, calon pengurus dan pengawas BUMNag.

Dalam pemilihan tersebut, tiga nama mendaftarkan diri hingga batas waktu yang ditentukan, yakni Irwan Toni, Aisyah Yolanda dan Zulfa Rahmi. Ketiganya kemudian diserahkan kepada Wali Nagari dan BPRN untuk proses pemilihan sesuai mekanisme musyawarah nagari.

Hasil musyawarah menetapkan Irwan Toni sebagai Ketua BUMNag Tali Tigo Sapilin Minangkabau secara aklamasi. Ia didampingi Yosmi Ratu Laras sebagai sekretaris dan Aisyah Yolanda sebagai Bendahara. Sedangkan Zulfa Rahmi sebagai Dewan Pengawas Bumnag Tali Tigo Sapilin.

Ketua BPRN Minangkabau, Meri Indra, mengatakan pengisian kembali kepengurusan BUMNag sangat penting mengingat lembaga tersebut telah lama tidak berjalan optimal.

Menurutnya, berakhirnya masa kepengurusan seharusnya segera diikuti proses pembentukan kepengurusan baru.

Namun, kondisi tersebut berlangsung hingga sekitar sembilan bulan sehingga berdampak terhadap kegiatan dan usaha BUMNag.

“Kalau terlalu lama vakum, tentu usaha BUMNag mengalami kemacetan. Aset yang sudah ada juga harus dijaga agar tidak lapuk, rusak atau hilang,” ujarnya.

Ia mengatakan, BPRN bersama pemerintah nagari kemudian mendorong proses penjaringan dan seleksi calon pengurus. Dari enam orang yang dibutuhkan, hingga masa perpanjangan pendaftaran hanya tiga orang yang mendaftar.

Meski demikian, Meri menilai kepengurusan yang ada sudah dapat menjalankan tugas dan mengembangkan kembali BUMNag sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia berharap pengurus terpilih mampu mengelola BUMNag secara profesional dan menjadikan berbagai usaha yang dikembangkan sebagai cikal bakal bidang usaha nagari yang dapat memperkuat perekonomian masyarakat.

“Pegang kepercayaan ini dengan sebaik-baiknya. Bekerjalah sesuai aturan dan regulasi yang berlaku. Kalau ada penyimpangan, tentu ada konsekuensinya,” tegasnya.

Meri juga menekankan, keberadaan BUMNag tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

Menurutnya, apabila BUMNag dapat berjalan sehat dan menghasilkan pendapatan, ke depan lembaga tersebut dapat ikut memfasilitasi kebutuhan masyarakat, termasuk membantu kelompok masyarakat yang kurang mampu.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi, Chandra Antoni, mengatakan sampai batas akhir pendaftaran hanya tiga calon yang mendaftarkan diri dari enam posisi yang dibutuhkan. Ketiga nama tersebut selanjutnya diserahkan kepada Wali Nagari dan BPRN untuk diproses sesuai ketentuan.

Pendamping desa menjelaskan bahwa BUMNag merupakan lembaga ekonomi nagari yang pengelolaannya harus mengacu pada hasil musyawarah nagari. Melalui musyawarah tersebut ditetapkan unsur pengawas maupun pelaksana BUMNag.

Wali Nagari Minangkabau, Akbar, mengatakan pemerintah nagari mendukung penuh pengaktifan kembali BUMNag. 

Dia menyarankan pengurus dan pengawas yang dipilih, agar bekerja dengan mengacu pada aturan serta hasil keputusan musyawarah nagari.

“Urusan nagari memiliki mekanisme keputusan tertinggi melalui musyawarah nagari. Pemerintah nagari bersama BPRN akan membantu penyelenggaraan sekaligus melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan,” katanya.

Ia berharap kepengurusan baru dapat melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan yang masih tersisa dari periode sebelumnya sekaligus menyusun langkah baru untuk mengembangkan usaha BUMNag.

Selain mengelola usaha, BUMNag juga diharapkan mampu membuka ruang bagi masyarakat untuk mengabdi dan bekerja melalui berbagai kegiatan usaha yang dikembangkan.

“Harapannya BUMNag bisa menjadi wadah untuk berkarir, membuka kesempatan kerja, sekaligus menambah pendapatan nagari melalui pengelolaan usaha yang baik,” ujarnya.

Setelah kepengurusan baru terbentuk, tahapan selanjutnya akan dilakukan serah terima jabatan dari pengurus lama kepada pengurus baru.

“Kepengurusan periode 2026-2031 diharapkan segera menyusun program kerja dan melakukan inventarisasi aset maupun usaha BUMNag sebagai langkah awal menghidupkan kembali aktivitas ekonomi nagari,” pungkasnya. (Nas)

Exit mobile version