Indeks

Dinkes Padang Buru TB dari Lingkaran Terdekat: 242 Lokus Disasar

Dinkes Padang Buru TB dari Lingkaran Terdekat (foto : Humas Pemko Padang)

PADANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang memperluas perburuan kasus tuberkulosis (TB) dengan menyasar orang-orang yang berada di sekitar pasien positif. Melalui tracing TB yang diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), petugas menelusuri warga yang pernah melakukan kontak dengan penderita maupun mereka yang memiliki faktor risiko tertular.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai penularan TB di Kota Padang. Sebab, ketika satu kasus ditemukan, persoalannya tidak berhenti pada pasien tersebut. Orang-orang yang tinggal, bekerja, belajar, atau sering berinteraksi dengannya juga berpotensi terpapar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Padang, dr. Dessy M. Siddik, mengatakan tracing telah dimulai sejak 19 Agustus 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan November 2026.

Pelaksanaannya mencakup 104 kelurahan di Kota Padang dengan total 242 lokus. Setiap lokus menargetkan sekitar 100 orang yang memenuhi kriteria, baik memiliki riwayat kontak dengan pasien TB maupun faktor risiko terinfeksi.

“Di Kota Padang kita mendapat 242 lokus. Setiap lokus akan melibatkan sekitar 100 orang dengan kriteria memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC atau memiliki faktor risiko terinfeksi TBC. Mereka akan kita lakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar Dessy, Selasa (1/9/2026).

Menurut Dessy, penelusuran dilakukan dengan melihat siapa saja yang pernah berinteraksi dengan pasien TB yang telah dinyatakan positif.

Petugas bersama pihak kelurahan dan kader kesehatan akan mengidentifikasi orang-orang yang berada dalam lingkaran kontak pasien. Mereka bisa berasal dari lingkungan tempat tinggal, tempat kerja hingga sekolah.

“Dari pasien TB yang sudah positif, kita telusuri siapa saja yang pernah berkontak, baik tetangga, teman di tempat kerja, teman sekolah, maupun orang yang pernah berinteraksi dengan pasien. Dari sana kita lakukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut,” katanya.

Warga yang menunjukkan gejala atau memiliki dugaan TB dari pemeriksaan awal akan diarahkan menjalani pemeriksaan dahak.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif TB, pasien akan segera mendapatkan pengobatan. Sementara warga yang dinyatakan tidak terinfeksi akan diberikan edukasi mengenai cara mencegah penularan TB.

Dinkes Padang juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh risiko penularan TB. Penyakit tersebut dapat menular melalui udara, sehingga perilaku sehari-hari menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah penyebaran.

Masyarakat diminta menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut serta hidung. Selain itu, dahak tidak boleh dibuang sembarangan.

Kondisi rumah juga perlu diperhatikan. Sirkulasi udara yang baik menjadi salah satu hal penting untuk membantu mengurangi risiko penularan di dalam lingkungan tempat tinggal.

Dessy berharap warga yang masuk dalam sasaran tracing bersedia meluangkan waktu untuk menjalani pemeriksaan. Menurutnya, pemeriksaan bukan hanya untuk memastikan kondisi kesehatan seseorang, tetapi juga menjadi langkah penting untuk menemukan kasus sedini mungkin.

“Harapan kami masyarakat yang dipilih untuk memeriksakan diri dapat meluangkan waktu untuk datang. Kalau memang sudah tertular, segera kita obati sehingga tidak menularkan kepada yang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, semakin cepat kasus ditemukan dan mendapatkan pengobatan, semakin besar peluang rantai penularan TB diputus.

“Dengan begitu, penularan TB bisa kita putus dan kasus-kasus baru yang ditemukan dapat segera ditangani,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version