Indeks

BRUS Bimas Islam Kemenag Tanah Datar Bekali Siswa SMAN 1 Rambatan, Bangun Remaja Berkarakter Dan Bertanggungjawab

TANAHDATAR,- Sejumlah siswa/i SMAN 1 Rambatan, mengikuti Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dilaksanakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementrian Agama (Kamenag) Kabupaten Tanah Datar, di aula sekolah setempat, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada para siswa/i yang mengikuti bimbingan ini, pemahaman tentang pentingnya membangun karakter remaja, kesehatan reproduksi, pentingnya pendidikan, dan pencegahan perkawinan dini.

Kasi Bimas Islam Kemanag Tanah Datar H. Muhammad Algafari, S, Ag, kepada wartawan media ini, mengatakan kegiatan BRUS merupakan salah satu program pembinaan remaja yang digagas oleh Kementrian Agama, sebagai upaya preventif dalam membina generasi muda agar memiliki kesadaran moral dan tanggung jawab terhadap masa depan mereka.

“Melalui kegiatan ini, bisa menggali potensi diri, serta melahirkan remaja yang tangguh, mandiri, dan berkarakter, serta mempersiapkan mereka menuju masa depan yang gemilang,” katanya.

Dikatakan dia, disetiap kegiatan ditampilkan fasilitator yang telah memiliki licency dan sertifikat yang keluarkan oleh kementrian agama.

“Pada kegiatan BRUS,  Adapun materi yang disampaikan fasilitator dalam sesi tersebut, yakni menggali potensi diri dan  memperkenalkan konsep “Remaja Qeren Qur’ani”, yakni karakter remaja Islami yang disarikan dari nilai-nilai Al-Qur’an,” ucapnya.

Ditambahkan dia, pada setiap kegiatan fasilitator melakukan pendekatan kepada peserta, serta diajak memahami dan meneladani nilai-nilai keteladanan yang terdapat dalam kisah para tokoh dalam Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun kepribadian yang kuat dan berintegritas. 

“Disamping itu, para peserta juga diajak berdialog dan melakukan curah pendapat mengenai berbagai problematika yang kerap dihadapi remaja masa kini, seperti pergaulan bebas, tawuran, serta hamil diluar nikah,” ungkapnya.

Diakui dia, kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diskusi terbuka yang melibatkan para siswa/i dalam mengemukakan pandangan serta pengalaman mereka terkait dinamika kehidupan remaja diera digital saat ini.

“Kegiatan dibagi menjadi dua sesi.  Pembagian sesi ini bertujuan, agar siswa fokus dan maksimal mengikuti materi yang disampaikan oleh pemateri, ” pungkasnya. (Nas)

Exit mobile version