TANAHDATAR,- Prestasi membanggakan kembali diraih SMA Negeri 3 Batusangkar. Sekolah yang berada di Kabupaten Tanah Datar itu menerima penghargaan sebagai salah satu Sekolah Pilihan Terbaik se-Sumatera Barat pada ajang Sumbar Teacher Summit 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., pada puncak Sumbar Teacher Summit 2026 yang mengusung tema “Energy of Teacher” di Padang, Agustus 2026.
Kepala SMA Negeri 3 Batusangkar, Muharnis, S.Si., M.Pd., menerima langsung piagam penghargaan tersebut di panggung kehormatan.
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap sekolah yang dinilai menunjukkan kinerja dan komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan, baik melalui penguatan akademik, manajemen sekolah, pelestarian budaya maupun pembentukan karakter peserta didik.
“Alhamdulillah, ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada sekolah-sekolah yang terus berinovasi dan berkomitmen mencerdaskan anak bangsa. Kami sangat bersyukur SMA N 3 Batusangkar termasuk di dalamnya,” ujar Muharnis usai menerima penghargaan.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya milik pimpinan sekolah, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua dan masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Ke depan, SMA N 3 Batusangkar akan terus berupaya menjadi sekolah rujukan yang berprestasi, berbudaya dan berkarakter Minangkabau,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menegaskan, sekolah yang mendapatkan apresiasi tersebut diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus pilihan masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
Keberadaan sekolah-sekolah unggulan tersebut, kata gubernur, diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Sumatera Barat.
“Penghargaan ini sekaligus semakin mengukuhkan SMA Negeri 3 Batusangkar sebagai salah satu sekolah unggulan di Tanah Datar, dengan komitmen tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memperkuat karakter, budaya dan nilai-nilai religius peserta didik,” pungkasnya. (Nas)
