TANAHDATAR,–Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengupayakan akses jagung bersubsidi bagi peternak ayam petelur menyusul melonjaknya harga bahan pakan dan anjloknya harga jual telur yang menyebabkan peternak mengalami kerugian sekitar Rp100 per butir.
Upaya tersebut mengemuka dalam audiensi perwakilan peternak ayam petelur dengan Bupati Tanah Datar Eka Putra di Ruang Kerja Bupati, Selasa (4/11/2026). Dalam pertemuan itu, peternak menyampaikan sejumlah persoalan yang semakin menekan keberlangsungan usaha mereka, terutama tingginya harga pakan, terbatasnya pasokan jagung, dan rendahnya harga jual telur.
Perwakilan peternak, Aridho Putra, menjelaskan harga jual telur saat ini hanya berkisar Rp1.300 per butir, sementara harga pokok produksi (HPP) telah mencapai Rp1.400 per butir. Kondisi tersebut membuat peternak merugi sekitar Rp100 untuk setiap butir telur yang dijual.
Selain harga telur yang berada di bawah biaya produksi, tingginya harga jagung sebagai salah satu bahan utama pakan juga semakin membebani peternak.
“Untuk harga jagung saat ini berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp8.500 per kilogram di sejumlah daerah, sementara di Sumatera Barat berkisar Rp7.200 hingga Rp7.500 per kilogram. Di sisi lain, harga jual telur hanya sekitar Rp1.300 per butir, sedangkan HPP sudah mencapai Rp1.400 per butir,” jelas Aridho.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Eka Putra mengatakan pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog untuk mengupayakan ketersediaan jagung bersubsidi yang dapat diakses peternak.
“Ini bukan sekadar mendengar aspirasi, tetapi bagaimana kita mencari solusi dan langkah-langkah yang bisa dilakukan agar apa yang dirasakan peternak selama beberapa bulan terakhir dapat kita carikan jalan keluarnya bersama,” ujar Eka Putra.
Menurutnya, salah satu langkah yang didorong pemerintah daerah adalah pembentukan koperasi peternak. Melalui wadah tersebut, pengadaan jagung dapat dilakukan secara kolektif sehingga peternak lebih mudah mengakses pasokan langsung melalui Bulog sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Pemerintah daerah akan berupaya memfasilitasi kebutuhan jagung bagi para peternak melalui koordinasi dengan Bapanas dan Bulog. Kami akan mengupayakan agar peternak bisa mendapatkan akses terhadap jagung bersubsidi sehingga dapat membantu meringankan beban biaya pakan,” katanya.
Eka Putra berharap pembentukan koperasi dapat memperkuat posisi peternak dalam pengadaan bahan baku pakan sekaligus menjaga ketersediaan pasokan jagung untuk mendukung keberlangsungan usaha peternakan di Tanah Datar.
Sementara itu, Aridho mengapresiasi perhatian pemerintah daerah yang telah menerima dan merespons persoalan yang disampaikan para peternak.
“Kami dari kelompok peternak ayam petelur di Tanah Datar menyampaikan persoalan yang dihadapi akibat kenaikan harga pakan dan penurunan harga jual telur. Kondisi ini cukup memberatkan, sehingga kami berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar,” ujarnya.
Ia berharap upaya yang disampaikan pemerintah daerah dapat segera ditindaklanjuti sehingga membantu peternak menghadapi tekanan biaya produksi.
Audiensi tersebut turut dihadiri Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Pangan, Kepala Bappedalitbang, Kepala BPKB, Kepala Bagian Perekonomian, serta Kepala Bagian Prokopim.
Melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan Bulog, Pemkab Tanah Datar berharap peternak memperoleh kemudahan akses bahan baku pakan sehingga usaha peternakan ayam petelur tetap dapat berjalan dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah. (****)


