TANAHDATAR,- Sekitar 66 Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tanah Datar sudah mulai ditempati.
Penempatan huntara itu ditandai dengan peresmian oleh Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian secara daring melalui aplikasi zoom, dari Lapangan Bola Simarpinggang, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (5/2/2026).
Bupati Tanah Datar Eka Putra didampingi Sestama BNPB Dr. Apt Rustian, S.Si, M.Kes, Dirsamapta Polda Sumbar Kombes Polisi Achmadi, S.I.K, ketika mengikuti secara daring melalui aplikasi zoom dari Kantor Camat Batipuh Selatan, mengucapkan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) yang telah membangun huntara bagi warga nya terdampak bencana hidrometeorologi.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, memberikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Presiden melalui BNPB atas bantuan pembangunan huntara yang diberikan,” ujarnya.
Dikatakan Eka Putra, bahwa huntara yang dibangun di Tanah Datar sebanyak 66 unit. Dari 66 unit yang dibangun itu, telah selesai dibangun sebanyak 62 unit, sementara 4 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan dengan progres sekitar 80 persen.
“Huntara yang dibangun tersebut, juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti kompor, tempat tidur, rice cooker, listrik, serta air bersih,” ucapnya.
Disamping bantuan huntara, pemerintah pusat juga memberikan bantuan stimulan ekonomi, bantuan perabotan, dan bantuan lauk pauk bagi warga yang tidak menghuni Huntara.
“Bantuan ini, datanya sudah diusulkan ke kementrian terkait dua minggu lalu, namun terdapat petunjuk teknis yang harus diikuti. Saat ini masih dalam proses dan menunggu pencairan,” ungkapnya.
Kepada warga penerima bantuan huntara, bupati menyarankan agar merawat hunian yang ditempati.
“Hunian yang ditempati ini, mohon rawat tempat tinggal dengan baik, dan kebutuhan yang masih kurang, pemerintah daerah akan memenuhinya, ” terangnya.
Sementara itu, Ketua Satgas Tito Karnavian yang juga Mentri Dalam Negeri (Mendagri) mengatakan bahwa bencana hidrometeorologi yang melanda 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat itu, telah menyebabkan sebanyak 88.930 rumah warga mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat.
Selain rumah warga, kata Tito Karnavian bencana Hidrometeorologi juga merusak fasilitas umum, lahan pertanian, irigasi, jalan, dan jembatan, bahkan menimbulkan korban jiwa.
“Menghadapi kondisi ini, Bapak Presiden telah melakukan motivasi nasional dengan menggerakkan seluruh kekuatan negara, mulai dari Polri, TNI, BNPB, Basarnas, hingga seluruh kementerian untuk turun langsung ke daerah-daerah terdampak,” sebutnya.
Ia menambahkan, berkat kerja keras seluruh elemen selama dua bulan terakhir, dari 52 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 27 daerah telah kembali normal, 15 daerah mendekati normal, dan 10 daerah masih memerlukan atensi khusus, termasuk Kabupaten Agam dan Padang Pariaman di Sumatera Barat.
Mendagri juga menjelaskan bahwa pemerintah melalui BNPB akan memberikan bantuan stimulan perbaikan rumah, yakni Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat. Bagi korban yang tidak menempati Huntara, akan diberikan bantuan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta, bantuan stimulan ekonomi Rp3 juta, serta bantuan lauk pauk sebesar Rp15 ribu per orang per hari.
“Saya minta kepada seluruh kepala daerah untuk membentuk tim kecil guna melakukan verifikasi data di lapangan agar data benar-benar riil. Jika ada daerah yang tidak menyampaikan data, maka akan kami tinggalkan. Konsekuensinya jelas, kami anggap daerah tersebut mampu menangani sendiri,” pungkasnya. (Nas)

