Indeks
News  

Bangun Balai Adat dari Kas Adat, Niniak Mamak Padang Lua Galang Dana Sejak 2010

TANAHDATAR, – Bukan mengandalkan anggaran pemerintah, Niniak Mamak dan Pemangku Adat Padang Lua, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, mengandalkan kas adat yang dihimpun selama 16 tahun untuk mewujudkan pembangunan Balai Adat.

Upaya tersebut kini mulai diwujudkan dengan pembangunan Balai Adat berukuran 5 x 17 meter. Hingga 2026, kas adat yang berhasil dihimpun sejak 2010 telah mencapai sekitar Rp400 juta dan menjadi modal awal pembangunan.

Kamis (27/8/2026), prosesi pemasangan kudo-kudo Balai Adat Padang Lua berlangsung di lokasi pembangunan tersebut, turut disaksikan Anggota DPRD Tanah Datar Hj. Felly Endra, Wali Nagari III Koto Willy Adha, S,Sy., N. LP, Ketua beserta pengurus KAN III Koto, Ketua BPRN III beserta anggota, dan anak nagari setempat.

Ketua Pelaksana Pembangunan Balai Adat sekaligus Ketua BPRN Nagari III Koto, LD. Dt. Paduko Basa, kepada wartawan media online ini, mengatakan pembangunan dimulai bersumber dari kas uang adat Niniak Mamak dan Pemangku Adat Padang Lua yang dikumpulkan secara bertahap sejak 2010.

“Dana ini merupakan kas uang adat Niniak Mamak dan Pemangku Adat Padang Lua yang kita himpun sejak tahun 2010 sampai 2026. Kita memulai dengan uang kas kurang lebih Rp400 juta,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan Balai Adat bukan sekadar membangun sebuah gedung. Lebih dari itu, balai tersebut diproyeksikan menjadi pusat musyawarah Niniak Mamak dan Pemangku Adat dalam membahas serta menetapkan berbagai keputusan adat yang berlaku di salingka nagari.

“Insya Allah kita usahakan Idul Fitri nanti sudah selesai atap dan lantainya. Sehingga bisa dilaksanakan rencana alek batagak pangulu secara bersama-sama dan aleknya dilaksanakan di balai adat kita tersebut,” katanya.

Dt. Paduko Basa menjelaskan, pembangunan Balai Adat diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,1 miliar hingga selesai. Untuk memperkuat unsur ornamen tradisional, pembangunan nantinya menggunakan bahan beton cetak maupun ornamen GRC untuk bagian ukiran dinding.

“Karena nanti kita akan memakai bahan beton cetak atau ornamen GRC untuk ukiran dindingnya. Perkiraan sampai siap di angka Rp1,1 miliar,” jelasnya.

Ia berharap pembangunan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, pemerintah nagari, para perantau, serta seluruh masyarakat dan pihak terkait.

Dukungan tersebut dinilai penting agar pembangunan dapat diselesaikan dan segera dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan adat masyarakat.

“Kita berharap dukungan pemerintah dan semua pihak agar pembangunan Balai Adat ini bisa terealisasi. Nantinya dapat digunakan untuk kemaslahatan orang banyak, meneruskan warisan budaya serta melestarikan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di nagari kita,” katanya.

Keberadaan Balai Adat nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan adat, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat peran Niniak Mamak, menjaga nilai-nilai adat, serta meneruskan tradisi kepada generasi berikutnya.

“Pembangunan yang dibiayai dari kas adat tersebut sekaligus menunjukkan komitmen masyarakat adat Padang Lua dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya di Nagari III Koto,” pungkasnya. (Nas)

Exit mobile version