TANAHDATAR,- Jejak perjuangan mempertahankan kemerdekaan kembali mengemuka pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tanah Datar. Mhd. Nazwira Hidayat, anak bungsu dari 11 bersaudara almarhumah Kamsinar Salim, salah seorang penggerek Bendera Sang Saka Merah Putih pada 1945, menyerahkan buku sejarah kepada Bupati Tanah Datar Eka Putra.
Penyerahan buku berlangsung di sela rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Senin (17/8/2026).
Mhd. Nazwira Hidayat yang juga Komandan Resimen Yudha Putra PPM Tanah Datar membawa kisah perjuangan keluarganya dalam momentum bersejarah tersebut. Ibunya, almarhumah Kamsinar Salim, merupakan salah seorang penggerek Bendera Sang Saka Merah Putih pada upacara tahun 1945 yang dilaksanakan di depan Gedung Indo Djolito Batusangkar.
Buku yang diserahkan kepada Bupati Eka Putra menjadi bagian dari upaya menjaga memori sejarah perjuangan para pendahulu, sekaligus memperkenalkan kembali sejarah perjuangan dan pengibaran Sang Saka Merah Putih di Tanah Datar kepada generasi penerus.
Kisah tersebut memiliki keterkaitan dengan perhatian Bupati Eka Putra terhadap sejarah perjuangan masyarakat Tanah Datar.
Saat bersilaturahmi bersama Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Eka Putra mengisahkan perjuangan mempertahankan Radio YBJ-6 yang mengudara untuk menyampaikan kepada dunia bahwa Indonesia masih ada.
Menurut Eka Putra, keberadaan Radio YBJ-6 menjadi salah satu bagian penting dari sejarah perjuangan yang terjadi di Tanah Datar.
“Melihat dan membaca sejarah, betapa pentingnya perjuangan bapak dan ibu veteran dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tanpa itu, entah apa dan bagaimana Indonesia saat ini. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih dan Insya Allah akan terus melanjutkan perjuangan,” kata Eka Putra.
Bupati Eka Putra menerima langsung buku yang diserahkan Mhd. Nazwira Hidayat. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh penghargaan terhadap perjuangan para pendahulu bangsa.
Kisah almarhum Kamsinar Salim sebagai penggerek bendera pada masa awal kemerdekaan, bersama sejarah perjuangan mempertahankan Radio YBJ-6, menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari perjuangan panjang para pendahulu.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tanah Datar pun tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi kesempatan untuk merawat ingatan sejarah, menghargai jasa para pejuang dan veteran, serta menanamkan semangat kepada generasi muda untuk mengisi kemerdekaan melalui karya, pengabdian dan pembangunan bagi masyarakat. (Nas)


