Kemendes PDT dan Kopassus Kolaborasi Bangun Desa Tertinggal di Bengkulu

Kemendes PDT dan Kopassus Kolaborasi Bangun Desa Tertinggal di Bengkulu (foto : kemendes PDT)

JAKARTA – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD akan berkolaborasi mempercepat pembangunan sejumlah desa di Provinsi Bengkulu pada Oktober 2026.

Rencana tersebut dibahas dalam audiensi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Wakil Menteri Ahmad Riza Patria dengan Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi di ruang kerja Mendes PDT.

Pertemuan itu merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman antara TNI dan Kemendes PDT melalui program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD).

Mendes Yandri mengatakan, program tersebut akan menyasar sejumlah kebutuhan dasar masyarakat desa, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penguatan sektor ekonomi.

“Di antaranya jalan, kesehatan, pendidikan, MCK, perbaikan rumah kemudian kegiatan ekonominya,” kata Yandri.

Selain pembangunan fisik, Kemendes PDT juga akan mengintegrasikan sejumlah program pemberdayaan, seperti SEHATI, Desa Tematik, Desa Ekspor, dan Desa Wisata.

Yandri menjelaskan, Bengkulu dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena angka kemiskinan di provinsi tersebut masih berada di atas rata-rata nasional.

Untuk menyukseskan kegiatan, Kemendes PDT dan Kopassus akan melibatkan berbagai pihak, termasuk kementerian/lembaga, perguruan tinggi, pemuda, serta pemerintah daerah.

Menurut Yandri, kolaborasi tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

“Ini sesuai Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto yaitu Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan,” ujarnya.

Ia berharap sinergi lintas lembaga tersebut dapat mempercepat pembangunan desa di Bengkulu sekaligus menekan angka kemiskinan secara signifikan.

Sebagai langkah awal, Kemendes PDT dan Kopassus akan membentuk tim kerja bersama kementerian dan lembaga terkait untuk mempersiapkan pelaksanaan program.

“Ini sebuah kehormatan bagi Kemendes diajak bersama Bangun Desa. Kami siap laksanakan program ini,” sambung Yandri.

Sementara itu, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menegaskan bahwa Karya Bakti yang direncanakan pada Oktober 2026 akan digelar dalam skala besar.

Ia menyampaikan, kegiatan tersebut bukan untuk kepentingan Kopassus semata, melainkan merupakan bagian dari perintah TNI AD dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *