PADANG – Pemerintah Kota Padang mulai membidik peluang kerja sama yang lebih luas dengan perguruan tinggi di Malaysia. Minang Diaspora yang berkiprah di negeri jiran didorong menjadi jembatan untuk membuka akses pendidikan sekaligus memperkuat promosi budaya Minangkabau di tingkat internasional.
Hal itu mengemuka saat Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menerima sejumlah akademisi dan pengkaji budaya dari Malaysia yang tergabung dalam Minang Diaspora dalam kegiatan makan siang bersama di Rumah Gadang Baiturrahmah, Senin (7/9/2026).
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang dengan kalangan akademisi Malaysia, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.
Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Padang Didi Aryadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, serta sejumlah akademisi dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).
Maigus mengatakan, Pemko Padang terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi generasi muda melalui Program Unggulan Padang Juara.
Program tersebut memberikan kesempatan bagi anak-anak Kota Padang untuk melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi, termasuk ke luar negeri.
Menurutnya, Pemko Padang sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Amerika Serikat, Provinsi Guangdong, China, dan Malaysia.
“Karena itu, kedatangan para akademisi Malaysia dinilai menjadi peluang untuk memperluas jejaring pendidikan sekaligus membuka kerja sama baru dengan perguruan tinggi tempat mereka berkiprah,” kata dia..
Maigus berharap hubungan yang terbangun tidak berhenti pada pertemuan dan silaturahmi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kerja sama tersebut, kata dia, dapat mencakup pendidikan, kebudayaan, pengembangan sumber daya manusia, hingga sektor lain yang berpotensi mendukung kemajuan Kota Padang.
“Jangan hanya silaturahmi, tetapi bagaimana ini bisa kita tindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang konkret,” ujar Maigus.
Selain pendidikan, pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan budaya antara Padang dan komunitas Minangkabau di Malaysia.
Maigus menilai keberadaan Minang Diaspora di berbagai negara merupakan aset penting bagi Minangkabau.
“Diaspora tidak hanya berperan sebagai warga perantauan, tetapi juga dapat menjadi penghubung untuk memperkenalkan nilai, tradisi, dan identitas Minangkabau kepada masyarakat dunia,” kata dia.
Ia menegaskan, di mana pun orang Minang berada, nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau harus tetap dijaga.
Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), menurutnya, harus tetap menjadi pegangan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, termasuk bagi generasi yang tumbuh di luar negeri.
Karena itu, kolaborasi dengan Minang Diaspora dinilai penting untuk memastikan nilai dan filosofi Minangkabau tidak hanya bertahan di daerah asal, tetapi juga terus hidup dan dikenal hingga tingkat internasional. (*)

