News  

OMI 2026 Tanah Datar Dimulai, 552 Peserta Berebut Tiket ke Provinsi

TANAHDATAR, — Sebanyak 552 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mulai mengadu kemampuan dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Tanah Datar.

Kompetisi akademik berbasis digital ini resmi dimulai Senin (7/9) dan berlangsung hingga Rabu (9/9), dengan target utama melahirkan duta terbaik yang akan mewakili Tanah Datar ke tingkat provinsi.

Pembukaan OMI 2026 ditandai dengan upacara di MAN 2 Tanah Datar. Ajang tersebut tidak hanya diikuti siswa madrasah negeri dan swasta, tetapi juga melibatkan peserta dari sekolah umum.

Dari total 552 peserta, sebanyak 32 siswa berasal dari jenjang MI, 324 siswa MTs, 179 siswa MA, serta 17 siswa dari sekolah umum. Mereka akan beradu ketangkasan menyelesaikan soal-soal sains dan riset yang dirancang dengan pendekatan terintegrasi.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tanah Datar, H. Hendri Pani Dias, mengatakan OMI merupakan pengembangan dari Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang sebelumnya menjadi ajang kompetisi akademik siswa madrasah.

“Sebelumnya bernama KSM, dua tahun terakhir ini namanya OMI dengan tipe soal yang terintegrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC),” ujar Hendri saat memberikan arahan pada pembukaan.

Menurutnya, pola soal OMI tidak sekadar menguji kemampuan peserta dalam mengingat dan menghafal materi. Peserta dituntut mampu berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS), sekaligus memiliki kecepatan dan ketepatan dalam menjawab soal.

Untuk memastikan kompetisi berbasis daring berjalan lancar, Kemenag Tanah Datar menyiapkan lima titik lokasi ujian yang dilengkapi komputer atau laptop serta dukungan jaringan internet.

Untuk jenjang MA/sederajat, ujian dipusatkan di MAN 2 Tanah Datar. Sementara peserta MTs/sederajat mengikuti ujian di MAN 1, MAN 2, MTsN 6 dan MTsN 12. Sedangkan jenjang MI/sederajat dipusatkan di MTsN 10.

Persiapan peserta juga dilakukan secara intensif sebelum kompetisi dimulai. Pendalaman materi dan latihan soal integrasi diberikan dalam beberapa pekan terakhir sebagai upaya meningkatkan kesiapan peserta menghadapi sistem soal OMI.

“Dalam beberapa pekan terakhir kita intensifkan pendalaman materi peserta di mata pelajaran yang dikompetisikan, kita latih dengan soal-soal integrasi,” kata Hendri.

Ia menjelaskan, sebanyak 25 soal bidang sains disusun menggunakan standar HOTS. Sementara bidang riset tidak hanya berkutat pada kemampuan akademik, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, pelestarian lingkungan, Sustainable Development Goals (SDGs), hingga transformasi digital.
OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”

Tema tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta kemampuan melahirkan inovasi.

Kemenag Tanah Datar berharap pelaksanaan OMI tahun ini mampu meningkatkan prestasi daerah di tingkat yang lebih tinggi. Para peserta terbaik nantinya diharapkan dapat melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi hingga nasional.

“Kita optimis meraih hasil terbaik,” tegas Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Tanah Datar, Bahrul Fahmi, selaku penanggung jawab kegiatan.
Kalau ingin, saya juga bisa membuat versi yang lebih “nendang” ala Padang Ekspres/Singgalang, dengan lead yang lebih kompetitif dan menonjolkan pertarungan 552 peserta memperebutkan tiket provinsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *