TANAHDATAR,- Efisiensi anggaran pemerintah pusat tak boleh menjadi alasan terhambatnya program pembangunan daerah. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Tanah Datar justru dituntut lebih kreatif dan jeli menangkap berbagai peluang program maupun bantuan pemerintah pusat.
Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly saat Rapat Koordinasi (Rakor) Program Unggulan dan Program Strategis Daerah, Rabu (2/9), di Aula Eksekutif Batusangkar.
Rakor diikuti Kepala Bappeda Litbang Adriyanti Rustam serta Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP4D) Tanah Datar.
Fadly mengatakan, pelaksanaan 10 Program Unggulan dan tujuh Program Strategis Tanah Datar saat ini ikut terdampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dijawab OPD pengampu dengan inovasi, bukan sekadar menunggu ketersediaan anggaran daerah.
“10 Program Unggulan dan tujuh Program Strategis saat ini pelaksanaannya terganggu akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Karena itulah OPD pengampu harus mampu melahirkan inovasi,” tegas Fadly.
Ia meminta OPD tidak hanya terpaku pada sumber pembiayaan dari APBD. Setiap perangkat daerah harus aktif mengidentifikasi program pemerintah pusat yang dapat disinergikan dengan kebutuhan pembangunan Tanah Datar.
“Kita dituntut lebih jeli memaksimalkan potensi program dan bantuan yang berada dan dilaksanakan pemerintah pusat. Sangat banyak program yang bisa dimanfaatkan daerah,” katanya.
Salah satunya, kata Fadly, berbagai program dan bantuan Kementerian Pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sektor pertanian daerah.
Ia meminta OPD pengampu proaktif membangun komunikasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar peluang tersebut dapat diakses.
Selain optimalisasi program pemerintah pusat, Fadly juga menilai investasi menjadi salah satu sumber pengungkit pembangunan daerah. Karena itu, seluruh pihak diminta menciptakan iklim yang terbuka dan memberikan kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modal di Tanah Datar.
“Mari kita dukung dan permudah investor menanamkan modal di daerah kita. Banyak dampak positif yang bisa dimanfaatkan, seperti CSR, tenaga kerja lokal sampai penyediaan bahan baku dari daerah lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Tanah Datar Adriyanti Rustam memaparkan capaian dan progres pelaksanaan Program Unggulan dan Program Strategis pada Triwulan II 2026.
Menurutnya, capaian masing-masing OPD pengampu masih beragam. Sebagian program telah melampaui target, sementara sejumlah program lainnya masih berada jauh di bawah target yang ditetapkan.
“Program dengan capaian rendah perlu mendapat perhatian khusus dan segera dilakukan percepatan,” kata Adriyanti.
Ia mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam pencapaian target. Namun, faktor lain seperti regulasi, perencanaan dan administrasi juga masih mempengaruhi kecepatan realisasi sejumlah kegiatan.
Untuk itu, Adriyanti menekankan pentingnya penguatan koordinasi, tidak hanya antar-OPD, tetapi juga dengan pemerintah nagari. Dengan koordinasi yang lebih kuat, pelaksanaan program diharapkan dapat dipercepat dan target pembangunan daerah tetap tercapai meski menghadapi keterbatasan fiskal. (Nas)

