TANAHDATAR, – Tak cukup hanya mengandalkan produk bagus dan destinasi wisata yang menarik. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mulai mendorong pelaku UMKM dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) naik kelas melalui penguasaan teknologi digital.
Sebanyak 400 pelaku usaha dan penggerak wisata disiapkan mengikuti pelatihan digital bersama Ruangguru pada September mendatang.
Program tersebut menyasar 200 pelaku UMKM dan 200 anggota Pokdarwis di berbagai wilayah Kabupaten Tanah Datar. Mereka akan dibekali literasi sekaligus keterampilan digital yang diharapkan mampu membuka pasar lebih luas bagi produk UMKM dan memperkuat promosi destinasi wisata.
Persiapan kerja sama itu dibahas dalam koordinasi daring Pemkab Tanah Datar dengan Ruangguru di ruang kerja Bupati Tanah Datar, Sabtu (8/8/2026).
Koordinasi dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Tanah Datar Lise Ekaputra, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dedi Tri Widono, Kepala Dinas Pariwisata Inhendri Abbas serta sejumlah OPD terkait.
Bunda Literasi Tanah Datar Lise Ekaputra mengatakan, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang, bukan justru menjadi tantangan yang dibiarkan begitu saja.
“Melalui kolaborasi ini, kita berharap UMKM semakin mampu memanfaatkan teknologi untuk pemasaran, sementara Pokdarwis dapat mengoptimalkan media digital untuk mempromosikan destinasi wisata Tanah Datar,” ujarnya.
Menurut Lise, penguasaan teknologi digital dapat menjadi salah satu kunci untuk memperluas jangkauan pemasaran produk sekaligus mengenalkan potensi wisata Tanah Datar kepada masyarakat yang lebih luas.
“Bagi UMKM, ruang digital membuka peluang promosi dan pemasaran tanpa harus bergantung pada pasar konvensional. Sementara bagi Pokdarwis, media sosial dan berbagai platform digital dapat menjadi etalase untuk memperkenalkan destinasi, atraksi serta potensi wisata di nagari masing-masing,” ungkapnya.
Pemkab Tanah Datar berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi berlanjut pada kemampuan praktis yang dapat langsung diterapkan peserta dalam mengembangkan usaha dan mengelola promosi wisata.
“Dengan menyasar 400 peserta, program ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret memperkuat ekosistem digital daerah, meningkatkan daya saing UMKM serta mendorong pariwisata berbasis masyarakat di Tanah Datar,” pungkasnya. (Nas)

