Indeks

Soal Porprov, KONI Tanah Datar Tekankan Kepentingan Atlet dan Nama Baik Daerah

Ketua KONI Tanah Datar Novitra Kemala

TANAH DATAR – KONI Tanah Datar berkemungkinan tidak mengikutsertakan kontingen daerah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 jika pelaksanaannya tetap sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yakni 2 hingga 12 Oktober 2026.

Hal itu disampaikan Ketua KONI Tanah Datar, Novitra Kemala, kepada wartawan media online ini di Sekretariat KONI Tanah Datar, Senin (21/9/2026).

Novitra mengatakan, persoalan utama bukan pada kesiapan atlet dan cabang olahraga. Namun, waktu yang tersedia dinilai tidak lagi mencukupi untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan, terutama proses pengadaan perlengkapan dan dukungan anggaran.

“Kalau tetap dilaksanakan sesuai jadwal 2 sampai 12 Oktober, kita dipastikan tidak ikut. Persoalannya bukan kesiapan atlet, tetapi waktu dan proses pengadaan perlengkapan,” ujar Novitra.

Menurutnya, proses pengadaan semestinya setelah dikoordinasikan dengan Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) bisa dapat dipercepat. Setelah vendor ditetapkan, masih dibutuhkan waktu untuk mengerjakan dan menyediakan berbagai perlengkapan yang diperlukan kontingen.

Di sisi lain, kata Novitra, anggaran perubahan daerah baru saja disepakati dan saat ini masih dalam proses evaluasi oleh Gubernur Sumatera Barat. Proses evaluasi tersebut juga membutuhkan waktu sekitar 15 hari.

“Anggaran perubahan baru disepakati dan sekarang masih proses evaluasi di Gubernur Sumbar. Itu juga memakan waktu kurang lebih 15 hari,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, menurut Novitra, waktu yang tersedia hingga pelaksanaan Porprov pada 2 Oktober sangat terbatas untuk menyelesaikan seluruh tahapan administrasi, pengadaan, hingga persiapan kontingen.

Sebaliknya, apabila pelaksanaan Porprov digeser ke November 2026, KONI Tanah Datar menyatakan siap mengikuti. Pergeseran jadwal akan memberikan waktu yang lebih cukup untuk menyelesaikan seluruh kebutuhan kontingen.

“Kita kalau digeser November, pasti bisa ikut,” tegasnya.

Novitra menyebutkan, KONI dari 14 kabupaten/kota telah melakukan audiensi dengan Komisi V DPRD Sumatera Barat. Hasil audiensi tersebut akan menjadi bahan rekomendasi untuk mengusulkan pergeseran jadwal Porprov ke November.

Rapat terkait usulan tersebut dijadwalkan berlangsung di Padang, pekan lalu, untuk membahas langkah selanjutnya.

Dari sisi persiapan atlet dan cabang olahraga, Novitra menyebutkan pada dasarnya sudah dilakukan. Persoalan yang masih menjadi perhatian adalah dukungan anggaran, terutama kebutuhan transportasi atlet, makan dan minum, serta perlengkapan pertandingan.

“Cabang olahraga sudah melakukan persiapan. Mereka juga memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan. Karena itu, keputusan yang diambil harus diterima cabang olahraga karena menyangkut nama daerah dan atlet, termasuk kesiapan peralatan,” jelasnya.

Novitra menegaskan, KONI memiliki tanggung jawab untuk mengayomi atlet dan seluruh cabang olahraga. Karena itu, keputusan mengenai keikutsertaan dalam Porprov harus mempertimbangkan kesiapan seluruh kebutuhan kontingen.

“KONI mengayomi atlet dan cabang olahraga. Ini menyangkut nama baik daerah serta kepentingan atlet,” pungkasnya. (****)

Exit mobile version