TANAH DATAR — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat menyebut pembangunan jembatan di Simpang Manunggal yang rusak akibat bencana banjir bandang tahun 2024 direncanakan mulai dikerjakan tahun ini.
Selain perbaikan jembatan Simpang Manunggal juga akan dilakukan rehabilitasi untuk ruas jalan provinsi Baso-Batusangkar.
Hal itu disampaikan Sekda Prov Arry Yuswandi saat Safari Ramadan di Masjid Al Faizin Pincuran VII, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Sabtu (20/2/2026). Kunjungan ini menjadi Safari Ramadan perdana Pemprov Sumbar di Kabupaten Tanah Datar pada Ramadan tahun ini.
Dalam kegiatan tersebut, Sekda turut didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumbar Ny. Arimby Arry, pimpinan Bank Nagari, penceramah Ustaz Rahimul Amin, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Tanah Datar.
Arry Yuswandi menyampaikan sejumlah program prioritas pemerintah provinsi, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan perekonomian masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur.
Dia mengatkan, bahwa Pemprov Sumbar saat ini menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama dalam pembangunan, khususnya sektor pendidikan.
Ia berharap pemerintah kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Tanah Datar dapat memperkuat upaya tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat di Sumbar.
“Pembangunan SDM adalah fondasi kemajuan daerah. Karena itu, pendidikan menjadi perhatian serius pemerintah provinsi agar generasi muda Sumatera Barat memiliki daya saing yang kuat,” ujarnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Sumbar menghadirkan berbagai program beasiswa, termasuk Program Beasiswa Rajawali yang mencakup jenjang pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
“Program ini menjadi bagian dari komitmen untuk mendorong generasi muda agar memiliki kesempatan yang lebih luas dalam mengakses pendidikan.” ujar Arry.
Ia juga menegaskan bahwa visi pembangunan daerah “Sumatera Barat Madani, Maju dan Berkeadilan” diwujudkan melalui kebijakan konkret, salah satunya dengan mengalokasikan sekitar 30 persen anggaran daerah untuk sektor pendidikan.
Selain pembangunan SDM, pemerintah provinsi juga terus memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya melalui pengembangan dan pemberdayaan UMKM. Dukungan terhadap pelaku usaha kecil dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah.
Di sektor infrastruktur kata Arry, pemerintah provinsi menitikberatkan pemerataan pembangunan sarana dan prasarana, termasuk perbaikan serta pembangunan jalan dan jembatan.
“Untuk Kabupaten Tanah Datar, tahun ini direncanakan pembangunan jembatan di Simpang Manunggal yang rusak akibat bencana dan saat ini dalam proses tender. Selain itu, akan dilakukan juga rehabilitasi ruas jalan Baso-Batusangkar,” ujarnya.
Mengingat Tanah Datar merupakan daerah rawan bencana, Sekda juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak alam guna meminimalkan risiko bencana.
Pada kesempatan tersebut, Sekda juga menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk Masjid Al Faizin. Selain itu, Bank Nagari turut memberikan bantuan Rp5 juta, serta 40 Al-Qur’an dari sumbangan ASN Pemprov Sumbar yang diserahkan kepada pengurus masjid.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Tanah Datar, Abdurrahman Hadi, mewakili Bupati Tanah Datar menyampaikan ucapan selamat datang kepada Sekda Provinsi Sumbar beserta Tim Safari Ramadan.
Ia menyebut kunjungan Safari Ramadan di awal Ramadan ini merupakan kehormatan dan bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada masyarakat Tanah Datar.
Menurutnya, kehadiran tim safari diharapkan dapat menyampaikan informasi pembangunan provinsi, menyerap aspirasi masyarakat, serta menjadi bahan evaluasi untuk sinkronisasi pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
Sekda Tanah Datar juga memaparkan kondisi daerah yang terdampak bencana serta menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi dan pusat.
“Alhamdulillah, saat ini kita telah memasuki tahap rekonstruksi pascabencana. Tanah Datar mendapat banyak perhatian, baik dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, maupun berbagai pihak, terutama dalam penanganan saat dan pasca bencana,” ujarnya.
Bahkan, beberapa hari sebelumnya juga telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana yang berlokasi bersebelahan dengan kawasan hunian terpadu korban banjir bandang lahar dingin Merapi 2024. (*)
