Indeks

Revitalisasi SDN 04 Tanjung Rampung, Siswa Kini Belajar Lebih Aman dan Nyaman

TANAHDATAR,— UPT SDN 04 Tanjung, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, menuntaskan program revitalisasi sekolah dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar. Program tersebut meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih aman dan nyaman.

Penyelesaian revitalisasi ditandai melalui kegiatan Open House Revitalisasi Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2026 yang dihadiri Bupati Tanah Datar, Eka Putra, di UPT SDN 04 Tanjung, Kamis (15/10/2026).

Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI atas bantuan program revitalisasi bagi 129 sekolah di Kabupaten Tanah Datar.

Ia berharap program tersebut terus berlanjut agar semakin banyak sekolah memperoleh fasilitas pendidikan yang layak untuk menunjang proses pembelajaran.

Bupati juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan revitalisasi, mulai dari kepala sekolah, guru, komite sekolah hingga panitia pembangunan.

Menurutnya, keberhasilan penyelesaian pembangunan di tengah pergantian kepemimpinan sekolah menjadi bukti pentingnya kerja sama dalam menyukseskan program pendidikan.

“Walaupun kepala sekolah berganti, pembangunan tetap berjalan sampai selesai. Alhamdulillah, berkat kerja sama pihak sekolah dengan komite dan berbagai pihak, program ini dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Ia mengingatkan pihak sekolah agar menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Selain itu, sekolah diminta memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) serta mempersiapkan usulan kebutuhan sarana dan prasarana lainnya melalui program pemerintah yang tersedia.

Sementara itu, Kepala UPT SDN 04 Tanjung, Desi Asrianti, menjelaskan bahwa dana revitalisasi dimanfaatkan untuk merehabilitasi enam ruang kelas, memperbaiki ruang administrasi dan dua ruang kantor, serta membangun musala, toilet siswa di gedung atas dan bawah, rumah guru, dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Ia mengatakan, program revitalisasi tersebut berawal dari kerusakan bangunan akibat hujan deras pada akhir November 2025. Saat itu, atap salah satu ruang kelas roboh disertai ambruknya plafon pada malam hari. Beruntung, peristiwa tersebut tidak terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Setelah melalui koordinasi dan tahapan pengusulan bantuan, pembangunan mulai dilaksanakan pada 5 Mei 2026 dan rampung pada awal September 2026, dengan waktu pengerjaan sekitar empat bulan.

Menurut Desi, perjuangan memperoleh bantuan revitalisasi telah dimulai sejak sekolah dipimpin Asmah, dilanjutkan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah Mardalenis, hingga penyelesaian pembangunan di bawah kepemimpinannya.

“Program revitalisasi ini sangat berarti bagi kami dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan aman,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebelum revitalisasi, guru yang bertugas di gedung bawah harus menggunakan toilet di gedung atas. Kini, fasilitas toilet telah tersedia di kedua gedung sehingga memudahkan aktivitas guru dan siswa.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumatera Barat yang diwakili Ketua Tim Kerja SMA BBPMP Sumatera Barat, Widyaprada Ahli Madya Iryasman, menjelaskan bahwa program revitalisasi merupakan bagian dari upaya pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, khususnya standar sarana dan prasarana.

Menurutnya, revitalisasi tidak hanya menyasar sekolah yang terdampak bencana, tetapi juga dilaksanakan melalui skema reguler untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan secara bertahap.

Iryasman juga mengingatkan pengawas dan kepala sekolah agar memperbarui data peserta didik serta kondisi sarana dan prasarana sebagai dasar pengusulan program revitalisasi pada tahun berikutnya.

Selain itu, pembangunan fasilitas, termasuk toilet dan akses bagi penyandang disabilitas, harus mengikuti standar yang telah ditetapkan.

Melalui program revitalisasi ini, diharapkan semakin banyak sekolah di Kabupaten Tanah Datar memiliki sarana dan prasarana yang aman, nyaman, dan layak sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi peserta didik.(****)

Exit mobile version