PEKANBARU – Polda Riau bersama unsur TNI dan pemerintah daerah memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melakukan patroli udara di sejumlah wilayah yang dinilai rawan.
Patroli tersebut dilakukan untuk memantau kondisi wilayah dari udara sekaligus mendeteksi lebih dini potensi titik api maupun indikasi karhutla agar dapat segera ditindaklanjuti.
Kegiatan patroli udara dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, Minggu (9/8/2026), dengan titik keberangkatan dari Terminal VIP Lancang Kuning, Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru.
Sejumlah pejabat dari unsur kepolisian, TNI dan pemerintah daerah turut mengikuti patroli tersebut. Di antaranya Wakapolda Riau, Irdam XIX/Tuanku Tambusai, Kalaksa BPBD Provinsi Riau, Karo Ops Polda Riau, KBP Edison L.B. Sitanggang, Kapolres Rokan Hilir serta personel Bidang Humas Polda Riau.
Dari udara, tim menyisir sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam pemantauan karhutla. Di antaranya Desa Siak Kecil, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis; Desa Sungai Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai; serta Desa Raja Bejamu, Kecamatan Sinaboi dan wilayah udara Kecamatan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir.
Setelah melakukan pemantauan dari udara, rombongan mendarat di helipad Lapangan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.
Di lokasi tersebut, tim melakukan peninjauan langsung sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi wilayah sekaligus mengecek kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
Patroli kemudian kembali dilanjutkan dengan menyisir wilayah Kabupaten Siak, termasuk Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir. Rangkaian kegiatan berakhir dengan pendaratan di helipad halaman Polda Riau.
Pemantauan melalui udara dinilai penting untuk mempercepat deteksi terhadap potensi karhutla. Dengan melihat kondisi wilayah secara lebih luas, petugas dapat memperoleh gambaran mengenai lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran dan menentukan langkah penanganan secara lebih cepat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi preventif Polda Riau bersama TNI dan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman karhutla, khususnya dengan mengedepankan deteksi dini dan kesiapsiagaan.
Selama seluruh rangkaian patroli udara berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali. (TBN)
