Indeks

Pelajari Strategi Pembangunan, Pemkab Tanah Datar Studi Komparatif ke Batam

Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama jajaran Forkopimda berfoto bersama dengan Wali Kota Batam Amsakar Achmad beserta jajaran Forkopimda, usai melakukan kunjungan kerja dan studi komparatif ke Pemerintah Kota Batam, Senin (21/9/2026).

BATAM,— Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan kunjungan kerja dan studi komparatif ke Pemerintah Kota Batam, Senin (21/9/2026).

Kunjungan tersebut untuk mempelajari strategi pembangunan, pengelolaan pemerintahan, pertumbuhan ekonomi dan upaya menarik investasi.

Bupati Tanah Datar Eka Putra dalam kunjungan tersebut didampingi Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, Kapolres Tanah Datar AKBP Marwan Fajri, S.I.K., M.I.K., Dandim Letkol Arm Hendriyana, S.Sos., M.M., serta Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Datar Ryan Palasi, S.H., M.H, dan Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi.

Pertemuan berlangsung di Aula Hang Nadim Kantor Wali Kota Batam dan diterima langsung Wali Kota Batam H. Amsakar Achmad beserta Forkopimda setempat, dan pimpinan OPD terkait.

Bupati Eka Putra mengatakan, kunjungan tersebut tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga untuk mempelajari berbagai kebijakan dan inovasi yang telah diterapkan Pemko Batam.

“Kehadiran kami di sini yang pertama tentu ingin mengetahui bagaimana Wali Kota Batam memimpin, sehingga perhatian pemerintah pusat cukup besar terhadap Kota Batam. Selain silaturahmi, kami juga ingin melihat keberhasilan Kota Batam yang mungkin bisa kami tiru dan diterapkan di Tanah Datar,” ujar Eka.

Menurutnya, pertukaran pengalaman antardaerah penting dilakukan karena setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda.

Eka menyebut Tanah Datar memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, hortikultura, kebudayaan, pariwisata dan sejarah.

Meski tidak memiliki hotel berbintang seperti Batam, kata Eka, perkembangan pariwisata di Tanah Datar telah mendorong tumbuhnya sekitar 300 homestay yang dikelola masyarakat.

“Ini merupakan potensi yang terus kami kembangkan agar masyarakat ikut merasakan manfaat dari sektor pariwisata,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Eka juga memperkenalkan sejumlah destinasi unggulan Tanah Datar, di antaranya Istano Basa Pagaruyung, Nagari Tuo Pariangan dan Puncak Bukit Marapalam yang memiliki nilai sejarah dan budaya Minangkabau.

Ia berharap kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret antara kedua daerah, khususnya dalam bidang ekonomi, pariwisata, kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap silaturahmi ini terus berlanjut dan ke depan bisa melahirkan kerja sama antardaerah. Kami juga menitipkan masyarakat Tanah Datar yang banyak tinggal dan hidup di Kota Batam,” tutur Eka.

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengapresiasi kunjungan Pemkab Tanah Datar. Ia menilai kunjungan antardaerah menjadi kesempatan untuk saling belajar dan bertukar pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan.

Amsakar menjelaskan, perkembangan Batam menjadi salah satu pusat industri, perdagangan dan investasi nasional tidak terjadi secara instan. Perkembangan tersebut melalui proses panjang sejak era 1960-an.

Menurutnya, posisi Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, kedekatan dengan Singapura dan Malaysia, serta dukungan pemerintah pusat menjadi sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan daerah.

Ia menyebut ekonomi Batam pada 2025 tumbuh 6,76 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen. Pada tahun yang sama, PDRB Batam mencapai sekitar Rp253,64 triliun.

Sementara pada semester pertama 2026, realisasi investasi Batam mencapai Rp29,89 triliun, meningkat 62,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp18,37 triliun. Investasi tersebut turut mendorong penciptaan 40.943 lapangan kerja.

“Dalam tren ekonomi, Batam selalu tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Karena Batam merupakan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, ditambah dukungan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus,” ujar Amsakar.

Ia juga menekankan pentingnya kekompakan antara pemerintah daerah dan Forkopimda dalam menjalankan pemerintahan.

“Karena itu kami bersama Forkopimda di sini selalu berupaya seiring, sejalan dan kompak,” katanya.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan hubungan Tanah Datar dan Batam, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih konkret, termasuk dalam pengembangan ekonomi, pariwisata, kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat serta penguatan hubungan dengan masyarakat Tanah Datar di Batam. (****)

Exit mobile version