TANAH DATAR – Nagari Sumpur di Kecamatan Batipuh Selatan menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir bandang yang menghantam pada akhir November 2025. Banjir besar dari aliran Batang Sumpur merusak pemukiman warga hingga mengubah bentang sungai secara drastis.
Menurut laporan Satgas di lapangan, 15 rumah warga hanyut, sementara 23 rumah lainnya terancam runtuh dan kini sudah tidak bisa ditempati akibat kerusakan berat.
Wali Nagari Sumpur menyampaikan bahwa warga terdampak kini mengungsi di tiga posko pengungsian. Ia menegaskan kebutuhan mendesak para pengungsi masih sangat tinggi.
“Warga membutuhkan genset, sembako, dan selimut untuk bertahan selama masa tanggap darurat,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi langsung turun ke Nagari Sumpur untuk melihat situasi secara langsung.
Berdasarkan pantauan di lokasi, akses jalan dan pemukiman yang hanyut membutuhkan penanganan cepat. Alat berat berupa excavator dan bulldozer sangat diperlukan untuk membuka kembali jalur dan membersihkan material yang menumpuk.
Saat berada di lokasi, Bupati Eka Putra melakukan video call dengan Kepala BWSS V, Naryo Widodo, untuk melaporkan situasi terkini. Melalui sambungan tersebut, Bupati menunjukkan kondisi aliran Batang Sumpur yang mengalami perubahan ekstrem.
Sungai yang sebelumnya selebar 25 meter, kini melebar hingga sekitar 60 meter akibat derasnya arus banjir bandang.
Dalam kunjungannya, Bupati Eka Putra juga membawa berbagai bantuan untuk masyarakat, di antaranya:
- Beras
- Mie instan
- 1 unit genset
- Selimut
- Susu untuk anak-anak
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Tanah Datar melalui Dinas Kominfo juga telah membuat flyer resmi penerimaan bantuan bencana untuk memudahkan masyarakat dan pihak dermawan menyalurkan bantuan.
“Semoga dengan usaha maksimal yang kita lakukan, situasi bisa kembali normal dan masyarakat dapat segera pulih dari musibah ini,” ujar Bupati Eka Putra. (*)
