Lokasi Pembangunan Huntap dan Huntara Buat Warga Korban Bencana Banjir Bandang dan Longsor  Di Tinjau BNPB 

TANAH DATAR – Badan Nasional  Penanggulangam Bencana (BNPB) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar untuk bergerak cepat dalam pembebasan lahan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) buat warga yang terkena dampak bencana banjir bandang dan longsor pada akhir bulan November 2025 lalu.

Hal itu dikemukan  Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian disaat meninjau progres rencana pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara), di Ladang Laweh, Nagari Rambatan, Rabu (7/1/2026).

“Pemkab Tanah Datar telah menyediakan lahan sekitar 1,8 hektar. Kalau sekiranya untuk pembangunan sebanyak 129 unit Huntap, luas lahannya masih kurang, silahkan buat surat ke Gubernur, nanti Saya sampaikan, paling tidak bisa diberikan 3 hektar lagi, Insya Allah bisa karena ini kan juga untuk masyarakat,” ujarnya.

Disamping itu, Rustian juga mengingatkan pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk memastikan masyarakat yang mau untuk tinggal di Huntap atau relokasi mandiri.

“Sekali lagi, Saya minta Pemda memastikan masyarakat yang mau dan memenuhi persyaratan untuk menetap di Huntap ini, dan bagi yang tidak, akan kita fasilitasi juga dengan relokasi mandiri. Namun tanah untuk hunian tidak bermasalah dan juga terbebas dari potensi musibah atau bencana,” tegasnya.

Usai di Ladang Laweh, Sestama BNPB  itu, juga meninjau pembangunan 23 unit Huntara di Padang Kunyik Nagari Bungo Tanjung Kecamatan Batipuh.

“Alhamdulillah, telah selesai 5 unit Huntara saat ini. Diminta, agar pembangunan lebih cepat supaya masyarakat terdampak bencana terjamin untuk kenyamanannya. Semoga, pembangunan Huntara ini, bisa tuntas dalam dua atau tiga pekan ke depan,” sampainya.

Hal hampir sama juga disampaikan Rustian saat mengunjungi lokasi pembangunan 15 unit Huntara yang terletak di dekat Kantor Camat Batipuh Selatan.

“Untuk pembangunan 15 unit Huntara disini tentu juga kita harapkan segera diselesaikan, sehingga masyarakat bisa segera menempatinya. Bagi masyarakat yang tidak memilih tinggal di Huntara akan kita bantu dengan bantuan uang kontrak senilai Rp600 ribu selama 3 bulan,” tukasnya.

Sementara itu, Wabup Ahmad Fadly menyampaikan terima kasih atas kunjungan Sestama serta bantuan dari pemerintah pusat untuk pembangunan Huntara ataupun Huntap.

“Saat ini Tanah Datar memperoleh kuota sebanyak 129 unit Huntap dan direncanakan bakal dibangun di Rambatan, namun sekiranya masyarakat mau relokasi mandiri juga akan difasilitasi asalkan lahan untuk membangun tidak bermasalah,” ujarnya.

Sesuai yang disampaikan Sestama, tambah Wabup, bagi masyarakat yang rumahnya rusak ringan dan rusak sedang juga akan dibantu.

“Saya harap OPD terkait bisa memastikan keakuratan dan ketersediaan data yang dibutuhkan BNPB atau Kementerian lain, sehingga Huntap ataupun Huntara untuk masyarakat bisa segera terealisasi. Karena kenyamanan hidup, sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana menjadi tujuan yang ingin kita capai sehingga bisa hidup lebih baik lagi,” katanya.

Dalam kegiatan yang turut diikuti staf ahli BNPB, Kadis Sosial Kabupaten Tanah Datar, Kalaksa BPBD, Camat dan beberapa OPD terkai lainnya, Sestama BNPB juga menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor.(Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *