TANAHDATAR,– Kabupaten Tanah Datar menyatakan kesiapannya menghadapi dan menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Namun, di balik kesiapan tersebut, KONI Tanah Datar meminta Pemprov Sumbar menggeser jadwal pelaksanaan Porprov dari 2 Oktober menjadi 10 hingga 22 November 2026.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Tanah Datar, Novitra Kemala, Senin (14/9), di sekretariat KONI setempat. Menurutnya, usulan penggeseran jadwal bukan semata-mata kepentingan Tanah Datar, melainkan hasil kesepakatan KONI kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
“Itu sesuai kesepakatan KONI kabupaten/kota yang telah kami rapatkan. Berita acara tersebut telah ditandatangani dan sudah diserahkan kepada Ketua KONI Provinsi Sumatera Barat,” ujar Novitra.
Ia menjelaskan, persoalan utama yang menjadi perhatian adalah aspek administrasi dan legalitas penggunaan anggaran. Porprov dijadwalkan mulai 2 Oktober 2026, sementara pengesahan APBD Perubahan (APBD-P) Tanah Datar sebelumnya dijadwalkan pada 29 September.
Kondisi tersebut dinilai menyulitkan daerah dalam melakukan proses pengadaan barang dan jasa yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Porprov. Sebab, penggunaan anggaran daerah harus mengikuti tahapan dan ketentuan administrasi yang berlaku.
“Kalau anggaran belum bisa digunakan secara legal, tentu kami tidak ingin mengambil risiko. Ini menyangkut penggunaan uang negara dan ada aturan yang harus kami patuhi,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Porprov, DPRD Tanah Datar bahkan mempercepat pembahasan APBD-P. Dari jadwal semula 29 September, pembahasan dipercepat menjadi 17 September 2026, dengan rencana alokasi anggaran sekitar Rp4 miliar untuk kebutuhan Porprov.
Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai. Setelah APBD-P disahkan di tingkat daerah, masih terdapat tahapan evaluasi di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Informasi yang diterima KONI Tanah Datar, BPKAD Provinsi Sumbar belum dapat memastikan apakah proses evaluasi tersebut bisa dipercepat.
“Kalau proses pencairan dan administrasinya belum selesai, bagaimana kita bisa melakukan pengadaan untuk kebutuhan Porprov?” kata Novitra.
Menurutnya, kondisi itu dapat menimbulkan dilema bagi panitia maupun kontingen. Di satu sisi daerah dituntut siap menyukseskan Porprov, tetapi di sisi lain penggunaan anggaran harus dilakukan secara sah dan sesuai ketentuan.
Meski persoalan administrasi anggaran masih menjadi perhatian, Novitra memastikan persiapan teknis atlet Tanah Datar terus berjalan. Seluruh cabang olahraga (cabor) telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari seleksi atlet, pemusatan latihan atau training center (TC), hingga agenda pembinaan lainnya.
“Untuk persiapan teknis, kami tetap jalan. Cabor-cabor sudah melakukan TC, seleksi atlet dan persiapan lainnya sesuai SOP yang ditetapkan KONI Sumbar,” ujarnya.
Karena itu, KONI Tanah Datar berharap Pemprov Sumbar segera menggelar rapat koordinasi ulang bersama KONI kabupaten/kota untuk mencari solusi terbaik terkait jadwal Porprov.
“Kami bermohon kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan rakor ulang guna menetapkan atau menggeser tanggal Porprov sesuai dengan permohonan kami, yakni 10 sampai 22 November 2026,” pungkas Novitra. (***)
