Indeks
News  

Jangan Sia-siakan Peluang Investasi, Wabup Ahmad Fadly Tekankan Kepastian dan Manfaat untuk Masyarakat

TANAHDATAR,- Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menegaskan komitmennya untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly mengatakan, setiap peluang investasi yang datang ke Tanah Datar harus disambut dan dimanfaatkan secara maksimal, meskipun nilai investasinya relatif kecil.

“Peluang investasi, sekecil apa pun harus kita manfaatkan dan maksimalkan. Keinginan investor tidak setiap saat dan selalu ada untuk menanamkan investasinya di daerah kita,” kata Ahmad Fadly saat Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah, Senin (24/8/2026) di Aula Eksekutif.

Menurutnya, masuknya investor ke Tanah Datar tidak hanya memberikan keuntungan bagi pihak yang menanamkan modal, tetapi juga berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.

Keberadaan investasi, katanya, dapat membuka lapangan pekerjaan sekaligus mendorong masyarakat setempat menjadi pemasok bahan baku maupun kebutuhan lain yang diperlukan investor.

“Dengan adanya investor tersebut, setidaknya lapangan pekerjaan dan bahan baku untuk keperluan mereka bisa dipenuhi oleh masyarakat setempat, sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Namun, Ahmad Fadly menegaskan, investasi tidak cukup hanya dengan mendatangkan modal. Kepastian dan dukungan masyarakat menjadi faktor penting agar investasi dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Karena itu, ia meminta dukungan wali nagari, tokoh masyarakat, masyarakat setempat serta seluruh pihak terkait untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Bagaimana kita memberikan kepastian bahwa investasi mereka aman dan tidak ada masalah, baik secara adat maupun hukum, terutama terkait lahan,” tegasnya.

Ahmad Fadly juga menyampaikan tiga prinsip yang harus menjadi perhatian dalam setiap rencana investasi di Tanah Datar. Pertama, investasi harus memberikan keuntungan bagi investor, masyarakat, dan pemerintah daerah.

“Kemudian investasi harus sesuai norma adat, agama dan potensi yang ada. Serta tidak merusak lingkungan,” pungkasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PMDPPKB Herison, sejumlah pimpinan OPD terkait, Camat Batipuh bersama wali nagari se-Kecamatan Batipuh serta undangan lainnya. (Nas)

Exit mobile version