Indeks

Hujan Ganggu Pembelajaran 31 Siswa MTsS Sungai Patai, Kemenag Segera Tindaklanjuti

Kondisi bangunan MTsS Sungai Patai memprihatinkan setelah diguyur hujan lebat, Selasa (22/9/2026). Air hujan tampak masuk ke dalam ruangan sekolah hingga menyebabkan lantai menjadi basah.

TANAHDATAR,— Hujan yang mengguyur wilayah Sungai Patai, Kecamatan Sungayang, Selasa (22/9/2026), mengganggu proses pembelajaran di MTsS Sungai Patai, Kabupaten Tanah Datar.

Kebocoran pada sejumlah bagian atap bangunan membuat siswa harus berpindah ke bagian ruangan yang tidak mengalami kebocoran agar proses belajar mengajar tetap dapat berlangsung.

Kepala MTsS Sungai Patai, Yani Dwi Nofitri, S.Pd.I, mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Bagian yang mengalami kerusakan paling parah berada pada bangunan kelas.

“Proses pembelajaran jadi terganggu. Karena siswa jumlah sedikit, jadi pindah ke bagian yang tidak ada bocornya,” ujar Yani.

Menurutnya, kebocoran terjadi pada tiga ruang kelas. Selain ruang kelas, air juga masuk ke ruang guru dan ruang kepala madrasah.

Saat ini, jumlah siswa MTsS Sungai Patai sebanyak 31 orang. Pihak madrasah telah berupaya memperbaiki sejumlah bagian atap yang bocor. Namun, kondisi atap yang sudah tua menyebabkan kerusakan kembali muncul.

“Sudah kami usahakan untuk mengganti bagian yang bocor. Karena kondisi atap sudah tua, semakin diperbaiki semakin banyak yang rusak,” katanya.

Yani menyebutkan, madrasah sebelumnya telah mengajukan bantuan melalui aplikasi SIMSARPRAS Kementerian Agama. Namun, pengajuan tersebut belum mendapatkan bantuan renovasi.

Ia berharap kondisi bangunan madrasah mendapat perhatian dan bantuan perbaikan, terutama demi keamanan dan kenyamanan siswa selama mengikuti pembelajaran.

Menanggapi informasi tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, Bahrul Fahmi, S.AP, mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti kondisi MTsS Sungai Patai.

“Terima kasih informasinya dan insya Allah segera kita tindaklanjuti,” kata Bahrul Fahmi melalui pesan WhatsApp, Selasa (22/9/2026).

Bahrul Fahmi juga menyampaikan rencana tindak lanjut ke madrasah tersebut pada Rabu (23/9/2026).

“Insya Allah besok, kita akan turun kesekolah memeriksa kondisi bangunan tersebut,” ujarnya.

Pihak madrasah berharap tindak lanjut tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mendapatkan solusi terhadap kondisi bangunan, sehingga kegiatan belajar mengajar 31 siswa dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. (****)

Exit mobile version