TANAHDATAR,- Calon Ketua KNPI Kabupaten Tanah Datar periode 2026-2029, Evan Muhammad Rizal, S.M., menawarkan pembenahan tata kelola organisasi dan penguatan jaringan pemuda sebagai bagian dari visi kepemimpinannya.
Dua program utama yang ditawarkan yakni Sistem Manajemen OKP Terbuka dan Sinergi Rantau-Ranah. Keduanya diarahkan untuk mendorong KNPI menjadi rumah bersama seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), sekaligus membuka akses lebih luas bagi pemuda Tanah Datar terhadap jaringan nasional.
Evan mengatakan, KNPI harus dikelola secara transparan, modern dan memberikan ruang yang adil bagi seluruh OKP yang berhimpun di dalamnya.
“KNPI adalah rumah besar bagi seluruh OKP, bukan milik segelintir kelompok saja. Melalui Sistem Manajemen OKP Terbuka, kita akan menciptakan tata kelola yang transparan, modern, dan terintegrasi,” kata Evan kepada wartawan media online ini, di Batusangkar, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, keterbukaan tersebut tidak hanya menyangkut administrasi organisasi, tetapi juga distribusi informasi, program pembinaan hingga dukungan terhadap kegiatan OKP.
Dengan sistem tersebut, setiap OKP diharapkan memperoleh akses informasi dan kesempatan yang sama dalam mengikuti berbagai program KNPI.
“Setiap distribusi informasi, program pembinaan, dan dukungan organisasi akan dapat diakses secara adil dan merata oleh seluruh OKP di Tanah Datar,” ujarnya.
Selain membenahi tata kelola internal, Evan juga menawarkan penguatan hubungan antara pemuda di Tanah Datar dengan masyarakat asal daerah itu yang berada di perantauan.
Gagasan tersebut dikemas dalam program Sinergi Rantau-Ranah, yang diarahkan menjadi jembatan antara potensi pemuda di kampung halaman dengan tokoh, profesional dan pengusaha asal Tanah Datar yang sukses di perantauan.
Evan menilai, pemuda di ranah memiliki ide, energi dan inovasi, sementara jaringan rantau memiliki pengalaman, pengetahuan, modal serta jejaring yang dapat dikolaborasikan untuk memperkuat pembangunan daerah.
“Pemuda kita di kampung halaman memiliki ide, energi, dan inovasi, sementara dunsanak kita di perantauan memiliki pengalaman, modal, dan jaringan. Jika kedua kekuatan ini disatukan secara terstruktur melalui Sinergi Rantau-Ranah, dampaknya terhadap pembangunan Tanah Datar akan sangat masif,” katanya.
Ia menyebutkan, kolaborasi tersebut nantinya dapat diarahkan pada pendampingan pemuda, transfer pengetahuan, pengembangan kewirausahaan hingga membuka akses jaringan yang lebih luas di tingkat nasional.
Menurut Evan, penguatan organisasi dan jaringan tersebut menjadi bagian dari pilar perjuangannya, yakni Kolaboratif, Adaptif dan Progresif.
Ia mengajak seluruh pimpinan OKP dan elemen kepemudaan di Tanah Datar untuk membangun KNPI secara bersama-sama, dengan mengedepankan keterbukaan, kolaborasi dan kepentingan pemuda.
“KNPI ke depan harus menjadi ruang bersama untuk tumbuh, berkolaborasi dan melahirkan gagasan-gagasan baru bagi kemajuan pemuda dan Tanah Datar,” pungkasnya. (Nas)
