Bupati Eka Putra: Penanganan Bencana di Tanah Datar Mulai Membaik, 6.418 Warga Mengungsi

Bupati Eka Putra saat menjadi narasumber di Pro 1 RRI Padang, Selasa (2/12/2025) dalam tema Sumbar Darurat Bencana dengan presenter Rita Ismael, yang turut didampingi Asisten II Ten Feri, Kadis Kominfo Dedi Tri Widono, Kadis Kesehatan Aries Sumantri dan Sekretaris BPBD. (Sumber Foto : Humas Tanah Datar/Clicksuara.com)

TANAH DATAR – Meski pada tiga hari awal pasca musibah banjir, banjir bandang, dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Datar sempat menyulitkan tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana, kondisi penanganan bencana kini berangsur membaik.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM saat menjadi narasumber dalam siaran Pro 1 RRI Padang, Selasa (2/12/2025), pada program bertema “Sumbar Darurat Bencana” bersama presenter Rita Ismael. Dalam kesempatan itu, Bupati Eka Putra didampingi Asisten II Ten Feri, Kepala Dinas Kominfo Dedi Tri Widono, Kepala Dinas Kesehatan Aries Sumantri, serta Sekretaris BPBD Tanah Datar.

Bupati Eka Putra menjelaskan, bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Nagari Sumpur, Padang Laweh Malalo, dan Guguak Malalo mengakibatkan jalur transportasi darat terputus, sehingga sejumlah wilayah sempat terisolasi.

“Bencana di beberapa nagari memutus akses darat masyarakat kami. Pada saat itu, bantuan kami salurkan melalui jalur air atau danau menggunakan kapal dan boat,” ujar Bupati Eka Putra.

Selain penyaluran logistik, pemerintah daerah juga melakukan evakuasi warga menggunakan kapal dan boat menuju posko pengungsian di Nagari Batu Taba, serta ke beberapa rumah warga di nagari sekitar yang dinilai aman.

Lebih lanjut, Bupati Eka Putra mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah pengungsi terus bertambah. Berdasarkan data sementara, tercatat 6.418 orang mengungsi yang tersebar di 11 kecamatan dan 35 nagari terdampak bencana.

“Semoga melalui siaran ini juga menjadi sarana informasi bahwa di Tanah Datar sedang terjadi bencana, sehingga bantuan dapat terus mengalir untuk masyarakat kami,” terangnya.

Bupati Eka Putra menegaskan bahwa penanganan bencana dilakukan secara kolaboratif bersama Dandim 0307 Tanah Datar dan jajaran, Polres, BPBD, Dinas Kesehatan, Satgas Kecamatan, Satgas Nagari, serta para relawan yang terus bekerja tanpa henti membantu masyarakat terdampak.

“Saya bersama rombongan rutin turun ke lapangan setiap hari untuk memastikan kebutuhan masyarakat dan pengungsi terpenuhi, mulai dari pasokan makanan, air bersih, hingga kebutuhan bayi dan ibu-ibu,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Eka Putra juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, baik dari Pemerintah Provinsi, daerah tetangga, swasta, maupun perantau, yang telah menyalurkan bantuan bagi korban bencana di Tanah Datar.

“Alhamdulillah, bantuan dari berbagai elemen sudah mulai masuk ke posko-posko pengungsian maupun langsung ke masyarakat. Terima kasih atas kepedulian semua pihak, mari kita doakan semoga musibah ini segera berlalu,” tutupnya.

Sementara itu, hingga Senin (1/12/2025) sore, dampak bencana di Kabupaten Tanah Datar tercatat sebagai berikut:

  • 67 unit rumah hanyut
  • 131 unit rumah rusak berat
  • 29 ruas jalan rusak berat
  • 20 unit jembatan putus
  • 33 unit irigasi rusak
  • 3 orang meninggal dunia
  • 1 orang dilaporkan hilang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *