TANAHDATAR,- Memasuki 81 tahun Indonesia merdeka, pembangunan bangsa tidak boleh berhenti pada pembangunan jalan, gedung dan infrastruktur. Jauh lebih penting, kemerdekaan harus diisi dengan membangun manusia yang beriman, sehat, berkarakter, berilmu dan memiliki keterampilan.
Pesan itu disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, saat melakukan anjangsana kepada para veteran pejuang di Kecamatan Sungayang dan Kecamatan Sungai Tarab, Kamis (13/8/2026).
Menurut Ny. Lise, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi momentum untuk bertanya kepada diri sendiri tentang apa yang telah dilakukan untuk kemajuan bangsa.
“Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, apa yang bisa kita lakukan untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik? Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara,” ujarnya.
Ia mengatakan, kemajuan Indonesia tidak cukup hanya diukur dari banyaknya pembangunan fisik. Infrastruktur yang megah sekalipun, menurutnya, akan kehilangan makna apabila tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas manusia yang mengelolanya.
“Pembangunan bukan hanya membangun fisik, tetapi yang lebih penting adalah membangun manusia. Infrastruktur yang baik akan memberikan manfaat lebih besar apabila dikelola oleh masyarakat yang berkualitas, berkarakter dan memiliki kompetensi,” katanya.
Karena itu, Ny. Lise mengajak seluruh masyarakat memulai pengabdian dari lingkungan masing-masing, baik keluarga, nagari maupun daerah.
Peningkatan pendidikan dan literasi, menjaga kesehatan, membentuk karakter anak, memperkuat kepedulian sosial, menjaga persatuan serta menghidupkan kembali semangat gotong royong, katanya, merupakan bentuk nyata mengisi kemerdekaan.
“Apapun yang bisa kita lakukan untuk negara, mari kita lakukan dengan sebaik-baiknya. Kalau setiap orang memberikan kontribusi dari tempatnya masing-masing dan bergerak bersama, insyaallah akan lahir Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, adil dan makmur,” tuturnya.
Ny. Lise menilai pembangunan manusia berkualitas merupakan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Generasi yang memiliki iman, kesehatan, karakter, ilmu pengetahuan dan keterampilan akan menjadi modal utama bangsa menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Dalam anjangsana tersebut, rombongan juga memberikan perhatian dan penghormatan kepada para veteran yang telah mengorbankan tenaga dan pikiran dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan tersebut diikuti TP PKK, GOW, DWP, IKA DPRD, Bhayangkari, Persit KCK, Adhyaksa Dharma Karini, Dharma Yukti Karini dan Bundo Kanduang.
“Memaknai kemerdekaan berarti meneruskan semangat perjuangan para pendahulu dengan memberikan manfaat bagi sesama. Membangun Indonesia berarti membangun daerah, keluarga, dan yang paling utama membangun manusia Indonesia agar semakin berkualitas dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Sungayang dan Camat Sungai Tarab mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurutnya, anjangsana kepada veteran bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bentuk nyata penghormatan kepada para pejuang sekaligus pengingat bagi generasi muda tentang mahalnya harga sebuah kemerdekaan.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas perhatian dan kepedulian kepada para veteran di kecamatan kami. Kehadiran rombongan menjadi bentuk penghormatan sekaligus mengingatkan generasi penerus bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan,” ujarnya.
Ia berharap semangat perjuangan para veteran tidak berhenti sebagai cerita masa lalu, tetapi diwariskan kepada generasi muda melalui semangat belajar, bekerja, berkarya, menjaga persatuan dan ikut membangun nagari. (Nas)
